satunarasi

BerandaButonUsai Diperiksa 5 Jam, Eks Bupati Busel Arusani Langsung Dijebloskan ke Lapas...

Usai Diperiksa 5 Jam, Eks Bupati Busel Arusani Langsung Dijebloskan ke Lapas Baubau

BUTON, SATUNARASI.COM – Eks Bupati Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara, H. La Ode Arusani akhirnya mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau, (14/08/2023) malam.

Hal itu dilakukan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton usai memeriksa La Ode Arusani selama 5 jam dan langsung menetapkan status mantan Bupati Busel periode 2018-2022 itu sebagai tersangka yang berujung penahanan.

Penahanan dilakukan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) kegiatan belanja jasa konsultasi penyusunan dokumen studi kelayakan bandar udara (Bandara) kargo dan pariwisata Kecamatan Kadatua tahun anggaran 2020.

Didamping pengacaranya Angga Yuwono, Arusani langsung dijebloskan ke Lapas Kelas IIA Baubau tadi malam juga untuk  ditahan selama 20 hari kedepan guna memudahkan penyidikan.

Penahanan Ketua DPD PDI-P Busel itu berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri Buton Nomor: PRINT-356/P.3.18/Fd.1/08/2023, tanggal 14 Agustus 2023.

Kepala Kejaksaan Negeri Buton Ledrik VM Takaendengan melalui Kasi Intelnya Azer J Orno mengatakan mantan Bupati Busel H La Ode Arusani resmi ditahan mulai malam ini.

“La Ode Arusani resmi ditahan malam ini di Lapas Kelas II A Baubau, karena sudah malam ia dikawal aparat kepolisian dan TNI menuju lapas,” ujarnya, Senin(14/08).

La Ode Arusani ditahan terkait kasus studi kelayakan bandara pariwisata dan kargo di Kecamatan Kadatua, Buton Selatan pada tahun 2018, diduga kerugian negara akibat kasus tersebut sekitar Rp 1,6 miliar.

Saat ditahan, Arusani mengenakan rompi berwarna merah muda, bertuliskan tahanan Kejari Buton, kemudian digiring ke mobil tahanan untuk dilakukan penahanan di Lapas Baubau mulai malam ini.

Diketahui, La Ode Arusani pernah diperiksa sebagai saksi dalam perkara yang sama pada 19 Juni 2023 lalu setelah mangkir dua kali dari panggilan penyidik. Saat hadir dihadapan penyidik Kejari Buton, Arusani dicecar dengan 32 pertanyaan seputar perkara korupsi bandara kargo.

Dalam kasus ini, jaksa telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiganya masing-masing adalah, EOHS (Kepala Dinas Perhubungan Busel), AR (Pejabat Pembuatan Komitmen) dan CH ES (Direktur PT Tatwa Jagatnata).

Penetapan ketiga tersangka itu, dua diantaranya mengajukan praperadilan penetapan tersangka di Pengadilan Negeri Pasarwajo. Masing-masing, CH ESH dan AR.

Menariknya, salah satu tersangka, EOHS (KPA) menjadi saksi Kejaksaan Buton melawan CH ESH dan AR pada praperadilan atas pengungkapan dugaan korupsi itu.

Alhasil, kejaksaan menang dalam drama tersebut. Hakim PN Pasarwajo menolak permohonan praperadilan pada Selasa (08/08/2023) lalu.

Praperadilan nampaknya menguntungkan penyidik Kejaksaan Buton, dimana terdapat banyak fakta baru yang terkuak dalam dugaan korupsi terungkap pada persidangan itu.

Hal itu kemudian menjadi dasar kuat Kajaksaan Buton kembali memeriksa mantan Bupati Buton Selatan, Arusani hingga berujung penahanan. (adm)

Editor : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com