satunarasi

BerandaButon TengahHMI USN Buteng Tolak Calon Komisioner Cacat Etik, Tanggapan Ketua Timsel?

HMI USN Buteng Tolak Calon Komisioner Cacat Etik, Tanggapan Ketua Timsel?

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM -Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Cak Nur Universitas Sembilan Belas November (USN) Kolaka Kampus B Buton Tengah menolak calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buteng yang cacat etik.

Hal itu diungkapkan Ketua HMI Komisariat Cak Nur USN Kolaka Kampus B Buton Tengah, Soeriknan bahwa adanya dua sanksi etik dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia (DKPP RI) yang menjerat komisioner KPU Buteng periode 2018-2023 harus menjadi perhatian serius Tim Seleksi (Timsel) KPU Zona Sultra 1.

“Timsel kami harapkan bekerja profesional dan selektif dalam menentukan calon penyelenggara KPU Buteng periode 2023-2028 nanti. Jadi Timsel harusnya jangan mengambil resiko untuk meloloskan calon yang telah cacat etik,” tegas Soeriknan kepada satunarasi.com, Senin (17/04/2023).

Lebih lanjut, Putra Desa Kancebungi Kecamatan Mawasangka Buton Tengah
itu menilai bahwa penyelenggara Pemilu harus mereka yang benar-benar bersih dari masalah dan terpenting memiliki integritas. Hal itu dilakukan agar tidak ada konflik kepentingan yang dapat mencederai kualitas Pemilu 2024.

“Rekam jejak calon penyelenggara khususnya KPU Buteng mestinya menjadi catatan penilaian Timsel. Apalagi dua putusan etik DKPP itu bekaitan dengan pelanggaran proses pada Pemilu lalu,” pungkas Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi USN Kampus B Buteng itu.

Lalu apa tanggapan Ketua Timsel? Guna mengonfirmasi hal ini, pewarta satunarasi.com berupaya menghubungi Ketua Timsel Calon Anggota KPU kabupaten/kota Sulawesi Tenggara 1, Dr. Ir. Noor Dhani, ST., MT., IPM lewat whatsAppnya, namun hingga berita ini dirilis belum mendapat balasan.

Sebelumnya, komentar penolakan juga diungkapkan Direktur LSM Garuda (Lembaga Suadaya Masyarakat Garansi Unitas Demokrasi), Rahim yang meminta Timsel calon KPU Buton Tengah untuk mempertimbangkan incumbent KPU Buteng untuk lolos pada tahap 10 besar. Pasalnya, penyelenggara harus benar-benar bersih dari sanksi etik demi terciptanya pemilu yang berkaulitas.

“Penyelenggara Pemilu khususnya di Buteng harus mereka yang mempunyai integritas, kepribadian yang jujur dan adil. Terpenting juga penyelenggara yang netral, dan taat regulasi agar terhindar dari kesalahan dan sanksi etik seperti yang terjadi sebelumnya,” tegas Rahim putra Mawasangka itu, Jumat (14/04/2023) lalu.

Menurutnya, profesionalisme penyelenggara dalam pelaksanaan pemilu menjadi penentu kualitas demokrasi. Olehnya itu, Rahim mengaku sangat menyayangkan produk timsel nantinya, jika melahirkan penyelenggara yang telah cacat etik.

Rahim menilai pelenggara harus taat regulasi. Sebab sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilu No 7 Tahun 2017 Pasal 462 bahwa KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota wajib menindaklanjuti putusan Bawaslu, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak tanggal putusan  dibacakan. Hal ini tentu berbaitan dengan ditolaknya rekomendasi Panwascam terkait PSU, sehingga pelanggaran kode etik itu terjadi.

“Bahwa sumpah janji KPU untuk memenuhi tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan, sebagaimana tertuang dalam pasal 7 Peraturan DKPP No 2 tahun 2017 tentang kode etik dan pedoman perilaku penyelenggaran pemilu. Itu harus menjadi rujukan dan pedoman bagi penyelenggara khususnya di Buton Tengah” tutupnya.

Perlu diketahui, sesuai pengumuman timsel 20 besar hasil seleksi tertulis dan tes psikologi nomor 16/TIMSELKK-GEL.2-Pu/03/74-1/2023 tertanggal 8 April 2022, masih terdapat salah satu nama incumbent KPU Buton Tengah bernama La Ode Abdul Zinani.

Padahal, ada dua putusan DKPP RI nomor 104-PKE-DKPP/V/2019
dan DKPP RI Nomor 92-PKE-DKPP/V/2019 terkait pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Atas dasar tersebut, DKPP menjatuhkan sanksi peringantan kepada teradu I, La Ode Nuriadin selaku Ketua merangkap Anggota KPU Buton Tengah, teradu II La Ode Abdul Jinani, teradu III Rinto Agus Akbar, teradu  IV Arwahid, dan teradu V La Ode Hasrullah. (adm)

Penulis : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com