satunarasi

BerandaButon TengahBLH Buteng Lempar Tanggungjawab, Warga Mastim Konsolidasi Tolak Tambang

BLH Buteng Lempar Tanggungjawab, Warga Mastim Konsolidasi Tolak Tambang

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Riak penolakan tambang batu gamping di Kecamatan Mawasangka Timur terus bergulir. Konsolidasi ribuan masyarakat persiapan demonstrasi Senin 20 Maret 2023 terus dilakukan. Anehnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Buton Tengah (Buteng) melalui Dinas terkait malah saling lempar tanggungjawab.

Media ini coba mengkonfirmasi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Buteng, H. Kasim namun tidak mendapat jawaban terkait polemik tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui perihal izin tambang batu gamping di Kecamatan Mawasangka Timur, karena baru mulai menjabat pada Jumat 24 Februari 2023 lalu.

“Persoalan rencana demo tambang batu gamping itu, belum bisa konfirmasi ke saya, karena baru satu minggu saya di lingkungan hidup,” jelas H. Kasim kepada satunarasi.com saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Minggu (19/03/2023).

Lebih lanjut, H. Kasim mengaku persoalan tambang batu gamping Kecamatan Mawasangka Timur harus dikonfirmasi kepada La Ode Abdullah selalu Kepala BLH Buteng sebelumnya.

“Lebih bagus konsultasi dengan pak Abdullah (La Ode Abdullah) dulu. Saya tidak bisa bicara sembarang, saya minta maaf karena begitu saya masuk langsung saya sakit, belum beberapa hari masuk kantor,” tuturnya.

Dengan dasar dan alasan tersebut, H. Kasim mengaku belum mengetahui secara pasti terkait administrasi kantor khususnya izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) tambang batu gamping di Kecamatan Mawasangka Timur.

“Untuk pemeriksaan administrasi kantor itu belum terlalu. Jadi kalau bisa bicara sama La Ode Abdullah karena belum bisa jawab jangan sampai kita bicara sembarang. karena waktu ada demo sebelumnya dia (La Ode Abdullah) yang hadapi,” tutupnya.

Redaksi satunarasi.com kemudian mengonfirmasi La Ode Abdullah yang kini telah menjadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Buteng. Dia mengaku bukan menjadi tanggungjawabnya, karena tidak lagi sebagai Kepala BLH.

“Harusnya dia (H. Kasim) tahu karena sudah jadi tupoksinya. Tidak enak mau komentari karena kawenangan saya bukan lagi di situ (BLH),” kata La Ode Abdullah.

Namun saat dikejar dengan pertanyaan terkait yang diketahui saat menjabat Kepala BLH, Dia mengaku AMDAL belum terbit. Tetapi kepastian soal Izin Ia mengaku informasinya ada di Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum (PU) Buteng.

“Belum ada Amdalnya. Hanya informasi itu hari saya dapat bisa kroscek saja di Tata Ruang Dinas PU,” jawabnya.

Lalu bagaimana dengan Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buton Tengah, karena sesuai informasi bahwa Kecamatan Mawasangka Timur dalam rancangan awalnya tidak masuk sebagai kawasan pertambangan, tapi kawasan pariwisata. Namun, RTRW itu diduga berubah saat tahun 2020 dan Mawasangka Timur masuk sebagai wilayah pertambangan?

“Tanya sama pak Muksin di Bidang Tata Ruang Dinas PU mereka tahu itu. Kalau bicara kajian lingkungan dia kan sudah di atur dalam PP 22 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pengelolaan Lingkungan Hidup,” pungkasnya.

Secara terpisah, Kepala Desa Batubanawa, Zaibudin menegaskan rencana demontrasi di kantor Bupati Buteng dan DPRD telah siap. Semua Desa (8 Desa) di Kecamatan Mawasangka Timur telah dilakukan konsolidasi.

“Massa dua ribu demostran akan terpenuhi. Jadi kami para kepala Desa telah konsolidasi dan insyallah perwakilan 200-300 orang tiap Desa akan turun lapangan besok (Senin, 20 Maret 2023). (adm)

Penulis : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com