satunarasi

BerandaEdukasiDugaan Pungutan, Komite SMAN 5 Wangi-Wangi Labrak Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016

Dugaan Pungutan, Komite SMAN 5 Wangi-Wangi Labrak Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016

WAKATOBI, SATUNARASI.COM – Pembangunan Pagar SMA Negeri 5 Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi diduga labrak aturan. Ada pengutan dari wali siswa dalam pembangunan pagar yang dinilai
melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 75 tahun 2016 tentang komite sekolah.

Regulasi itu juga diperkuat melalui surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 4213/7115/DPK. Penjelasan dalam aturan tersebut bahwa komite sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana untuk kepentingan dukungan sarana dan prasarana serta pengawasan pendidikan dengan syarat dalam bentuk bantuan/sumbangan atau pungutan.

Namun, ditegaskan bahwa sumbangan itu dicirikan dengan tidak ditentukan jumlahnya, tidak terbatas waktunya, serta tidak ada sanksi bagi yang tidak menyumbang.

Anehnya, komite di SMA Negeri 5 Wangiwangi
harus melakukan pungutan dari orang tua siswa dengan mematok jumlah. Hal tersebut dibenarkan salah satu orang tua siswa inisial (MO).

“Ia benar kami disampaikan hasil rapat komite untuk menyumbang sebesar Rp 50 ribu persiswa. Katanya untuk buat pagar sekolah, ” bebernya saat ditemui, Kamis 15 Desember 2022.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMAN 5 Wangiwangi Ipdawati mengatakan bahwa nominal tersebut merupakan hasil kesempatan rapat komite, dengan alasan SMAN 5 Wangiwangi sering didatangi preman.

“Bukan pungutan, tapi kesepakatan orang tua komite yang putuskan pada saat rapat mengingat sekolah kami sering didatangi preman, ini demi kenyamanan anaknya, ” ungkapnya dikonfirmasi melalui pesan whatsappnya.

Ipdawati menegaskan bahwa harus dibedakan antara pengutan dengan hasil musyawarah. “Tanya komite saja, supaya bisa bedakan yang mana pungutan dan yang mana hasil musyawarah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Masidiy mengatakan kalau pihaknya belum mendengar kabar tersebut. Kalaupun adanya maka pihaknya akan mengklarifikasi di lapangan.

“kami belum pernah dengar kalau bukan dari pihak media yang tanyakan, nanti kami akan turun cek. Kalaupun adanya kebenaran kabar ini maka kami akan tetap beralih pada surat edaran dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Sulawesi Tenggara, ” pungkasnya.

Perlu diketahui, saat ditanyakan mengenai jumlah anggaran yang disepakati kepala Sekolah belum menjawab sampai berita ini dinaikan. (adm)

Laporan : Udin
Editor : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com