satunarasi

BerandaButonAnggaran Rp17 M, Polda Sultra SP3 Perkara Dugaan Korupsi di Buton

Anggaran Rp17 M, Polda Sultra SP3 Perkara Dugaan Korupsi di Buton

BUTON, SATUNARASI.COM – Penyidik Subdit 3 Unit 1 Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Tindak Pidana Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) telah mengentikan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mobiler pada ratusan sekolah di Lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Buton tahun anggaran 2020.

Hal tersebut diungkapkan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Honesto yang mengaku bahwa telah menghentikan penyelidikan perkara dengan dalih adanya pengembalian kerugian negara.

“Benar perkara tersebut dilidik olek subdit 3 Tipikor Polda Sultra sejak 2021, tapi tahun 2022 ini sudah dihentikan perkaranya melalui surat perintah penghentian penyidikan (SP3),” jelas Honesto dikonfirmasi, Minggu (30/10/2022).

Alasan SP3 dilakukan karena kerugian negara berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun 2021 telah dilakukan pengembalian oleh semua pihak sekolah. Sekira 200 sekolah yang terdiri dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) tuntas melakukan pengembalian kerugian sebelum proses penyelidikan berlanjut ke penyidikan.

“Berdasarkan hasil audit BPK teleh ditemukan potensi kerugian negara Rp400 Juta lebih di beberapa sekolah SD dan SMP di Kabupaten Buton. Masing-masing sekolah sudah mengembalikan kerugian negara tersebut kepada Kuasa BUD Kabupaten BUTON atas nama Wa Ode Siti Raimuna, SE yang diketahui oleh Kadis Pendidika Buton Drs. Harmin HARMIN, M.eng,” bebernya.

Kala itu, lanjut Honesto penyidik telah memeriksa sejumlah Kepala Sekolah sebagai saksi dalam perkara tersebut. Namun itu tidak dapat dilanjutkan karena dinilai telah patuh terhadap temuan dengan melakukan pengembalian kerugian ke kas daerah.

“Saat itu penyidik telah memeriksa sejumlah kepala sekolah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Tapi para kepala sekolah langsung mengembalikan kerugian sesuai temuan BPK. Ada temuan Rp3 juta dan kerugian paling banyak Rp5 juta tiap sekolah,” terangnya.

Perlu diketahui, pengadaan mobiler di sekolah tersebut sumber anggarannya dari dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Buton tahun 2020 senilai Rp17 miliar. (adm)

Editor : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com