satunarasi

BerandaButon TengahBeasiswa SAMATAU Macet, Jumlah Pemerima Membengkak Dinilai Minim Manfaat

Beasiswa SAMATAU Macet, Jumlah Pemerima Membengkak Dinilai Minim Manfaat

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Program beasiswa SAMATAU yang dicetuskan mantan Bupati Buton Tengah (Buteng) periode 2017-2022, H. Samahuddin kini macet pencairannya. Anehnya, selain minim anggaran, jumlah penerima sangat membengkak dari total pendaftar, sehingga dinilai minim manfaat.

Program tersebut digagas untuk mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Buton Tengah. Dalam implementasinya program ini menghadapi masalah pelik.

Biasanya, beasiswa itu tiap tahun diterima pada Juli, namun hingga kini belum masuk ke rekening penerima. Padahal, dari sisi syarat pencairan dan pengumuman yang berhak menerima sudah tersebar.

Teranyar, anggaran daerah tahun 2022 yang disiapkan untuk beasiswa tidak memenuhi jumlah. Dari 2.000 mahasiswa yang mendaftar sebagai penerima beasiswa SAMATAU, dana daerah disiapan sangat minim hanya Rp950 juta. Padahal, kepemimpinan Samahuddin baru berakhir Mei 2022, mestinya dana beasiswa itu menjadi prioritas penganggaran jika serius tujuan lahirnya program untuk peningkatan IPM Buteng.

Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kabag Kesra) Setda Buteng, Ahmad Nasmudin membeberkan sebab keterlambatan proses penyaluran beasiswa. Menurutnya, itu terjadi bukan tanpa alasan. Proses penyaluran yang semula diumumkan tiap Juli 2022, namun porsi anggaran berubah dari jumlah mahasiswa penerima.

“Kemarin itu proses pencariannya mulai April sampai Juli. Tapi disebabkan perubahan anggaran yang ditetapkan semula, dengan jumlah pembagian dari jumlah mahasiswa yang mendaftar sekitar 2 ribu orang,” jelas Ahmad Nasmudin dikonfirmasi, Rabu (31/08/2022).

Lanjutnya, Ia merinci bahwa dari 2.000 mahasiswa terdaftar, jika anggaran dibagi sesuai yang termuat dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) terkesan tidak ada sisi manfaatnya. Pasalnya, tiap mahasiswa hanya akan menerima Rp500.000.

“Jika dibagi rata hanya Rp500 ribu per-mahasiswa dari jumlah 2 ribu itu. Jadi tidak ada sisi manfaatnya. Olehnya itu, kita rubah kembali. Solusinya kita geser dianggaran perubahan (APBD-P). Jadi Insyaallah beasiswa akan tersalurkan di triwulan empat Oktober 2022,” janjinya.

Sebelumnya, ada komentar berbeda dari Ahmad Nasmudin yang menyebutkan bahwa jumlah mahasiswa yang mendaftar 2 ribu orang dianggap tidak masuk akal. Pasalnya, sesuai informasi dari sejumlah media online pada awal tahun 2022, sampai penutupan pendaftaran, panitia hanya menerima pendaftar sekira 617 mahasiswa. Lalu lebihnya dari mana jumlah 1.383 orang itu?

Padahal, jumlah telah dirinci terdiri dari jalur prestasi dan jalur kurang mampu. Untuk mahasiswa D3 dan D4 sebanyak 21 orang, sarjana (S1) prestasi 250 orang, S1 kurang mampu 308 orang, serta S1 Kedokteran dan S2 sebanyak 38 mahasiswa.

Perlu diketahui, program beasiswa SAMATAU ini berjalan sudah tiga tahun mulai 2020. Sebelumnya, mahasiwa menerima beasiswa paling sedikit mendapatkan Rp2 juta. (adm)

Laporan: Suadi
Editor : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com