satunarasi

BerandaButon TengahPengembalian Hasil Korupsi Rp 5 M, Gaji dan Direktur PDAM Buteng Jadi...

Pengembalian Hasil Korupsi Rp 5 M, Gaji dan Direktur PDAM Buteng Jadi Sorotan Dewan

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Gejolak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Oeno Lia Buton Tengah (Buteng) menyita perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Komisi III DPRD Buteng mengambil sikap dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Buteng, dihadiri Plt Direktur PDAM Arsidik Patola dan pegawai PDAM yang belum menerima gaji selama 18 bulan sejak surat keputusan (SK) diterbitkan tahun 2019.

RDP yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Buteng, Tasman mengeluarkan beberapa rekomendasi atas persoalan PDAM Buteng yang harus segera dituntaskan.

“Pertama menyelesaikan permasalahan hak-hak gaji pegawai yang belum dibayarkan secara keseluruhan,” kata Tasman saat RDP, Senin (15/08/2022).

Selain itu, Dewan juga merekomendasikan agar segera melakukan seleksi dan pemilihan Direktur definitif PDAM Buteng karena Direktur sebelumnya telah menjadi tersangka dalam perkara dugaan korupsi.

“Kalau Plt Direktur punya kewenangan terbatas, kalau direktur punya kewenangan yang diberikan oleh undang-undangg untuk menangani berbagai persoalan internal di PDAM Buteng,” tegas Politisi PKS Buteng itu.

Menanggapi hal itu, Plt Direktur PDAM Oeno Lia Arsidik Patola mengaku dari hasil rekomendasi DPRD Buteng pihaknya bakal melaksanakan rekomendasi tersebut.

“Dari hasil rekomendasi kami akan melaksanakan itu dan aka mengkoordinasikan dan melibatkan Kejaksaan Negeri Buton untuk membahas mengenai pembayaran gaji PDAM Buteng yang sebagian belum dibayarkan,” ulasnya.

Lanjut Arsidik Patola bahwa anggaran yang telah dicairkan Rp1 miliar lebih telah dibayarkan kepada pegawai PDAM berjumlah 20 orang berdasarkan kriteria absensi dan pegawai aktif. Namun, Ia mengaku bahwa ada pengambalian kerugian keuangan negara dari hasil dugaan korupsi sebelumnya.

“PDAM Buteng mendapat tambahan anggaran dari pengembalian kasus pidana korupsi Rp5 miliar,” terangnya.

Dari jumlah pengembalian tersebut, PDAM Buteng bakal memporsikan anggaran gaji pegawai yang belum dibayarkan dari tahun 2019.

“Porsi anggaran Rp5 miliar itu bakal menutupi utang pihak ketiga sebanyak Rp 2 miliar dan juga utang masalah operasional pegawai Rp 1 miliar lebih. Tapi itu akan dirubah kembali termasuk utang pihak ketiga dan operasional pegawai. Sebab rekomendasi DPRD menutupi dulu gaji pegawai sisa 75 orang,” tutupnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PDAM Oeno Lia Buteng. Sesuai hasil audit awalnya ditemukan kerugian keuangan Negara sebesar Rp3.279.373.536 menjadi Rp4.193.948.760 dan kerugian itu kabarnya telah dikembalikan.

Temuan kerugian itu dalam pekerjaan pengadaan Saluran Air Bersih/Sambungan Rumah yang anggarannya bersumber dari dana penyertaan Modal Kabupaten Buteng tahun anggaran 2020 sekira Rp 13 M yang hingga kini perkara tersebut sedang bergulir di Kejari Buton. (adm)

Laporan: Suadi
Editor : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com