satunarasi

BerandaButon SelatanAhli Periksa Semua Zona, Polda Sultra Makin Serius Tuntaskan Dugaan Korupsi RSUD...

Ahli Periksa Semua Zona, Polda Sultra Makin Serius Tuntaskan Dugaan Korupsi RSUD Busel

BUTON, SATUNARASI.COM – Makin serius. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Unit I Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), terus memaksimalkan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa belasan saksi. Olehnya itu, sebagai  lanjutan penyelidikan telah menurunkan tim ahli kontruksi sebagai bukti keseriusan penuntasan perkara.

Ketgam : Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Pol Ferry Walintukan

“Kemarin ahli kontruksi sudah turun lapangan. Tetapi baru bangunan zona A yang diperiksa. Namun, akan turun lagi kedua kalinya untuk memeriksa semua hingga zona E,” katanya kepada satunarasi.com saat dikonfirmasi, Sabtu (13/08/2022).

Ferry Walintukan menegaskan turunnya ahli kontruksi tersebut merupakan rangkaian dari proses penyelidikan setelah penyidik Tipikor memeriksa 17 orang saksi. Mereka adalah 4 orang Pokja,  3 orang pengawas, konsultan perencana 3 orang, 1 orang pejabat pembuat komitmen (PPK), 5 orang kontraktor.

“Termasuk saksi dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUD Busel, dr Frederik Tangke Allo. Jadi setelah ahli kontruksi memeriksa kualitas bangunan semua zona, baru kita akan lihat apakah ada kerugian negara di dalamnya atau tidak,” pungkasnya.

Lalu bagaimana dengan sejumlah kontraktor yang terlambat melakukan pengembalian kerugian  negara sesuai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mencapai Rp4,1 miliar? Ferry Walintukan mengaku kontraktor sudah mengembalikan semua kerugian tersebut. Namun, tidak dapat menghentikan proses hukum yang telah berjalan.

“Semua kerugian sudah pengembalian sesuai temuan BPK Rp4,1 miliar. Termasuk temuan terbesar di zona E itu Rp2 miliar lebih sudah dikembalikan oleh pihak kontraktor. Tapi itu tidak dapat menghentikan perkara yang sudah berjalan. Makanya kami turunkan ahli kontruksi guna memeriksa kualitas bangunan, apakah ada kerugian lain atau tidak dari sisi kontruksi,” paparnya.

Perlu diketahui, pembangunan RSUD Busel itu sumber anggarannya dari dana pinjaman daerah sekira Rp71 miliar di masa pemerintahan La Ode Arusani selaku mantan Bupati Busel. Dalam proses pembangunan dibagi dalam 5 zona proyek  (A-E). Tetapi ada sejumlah kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu kontrak, sehingga dikenakan adendum beberapa kali. (adm)

Penulis : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com