satunarasi

BerandaBaubauBahaya Pinjol, Warga Baubau Terjebak Hingga Semua Data HP di Hack

Bahaya Pinjol, Warga Baubau Terjebak Hingga Semua Data HP di Hack

BAUBAU, SATUNARASI.COM – Seorang warga Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku terjebak pinjaman online (Pinjol). Nama dan identitasnya disebarkan oleh platform Pinjol tersebut di facebook. Bahkan, hanphonenya diduga di hack (retas), sehingga semua data dan nomor kontak dapat diketahui. Olehnya itu, Dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia agar waspada dan mendukung langkah Presiden RI untuk berantas pinjol.

Pengakuan nasabah Pinjol itu, pada pertengahan Juli 2022, dihubungi oleh depcolektor Pinjol melalui pesan singkat agar segera membayar tagihan, sekira Rp1 juta lebih. Nasabah menyampaikan belum waktunya membayar tagihan, karena sesuai jadwal yang tertera pada aplikasi pinjol.

Anehnya, beberapa jam kemudian muncul pesan melalui nomor telepon rekan-rekannya yang berisi meminta untuk menyampaikan kepada nasabah agar segera meluasi tagihan.

“Saya tentu saja kaget, tanggal perjanjiankan ada. Lalu saya bertanya tanya, darimana perusahaan pinjol tersebut mengambil nomor kontak rekan rekan saya,” cerita HN nasabah pinjol yang enggan dituliskan nama lengkapnya, Sabtu (30/07/2022).

Perusahaan pinjol tersebut diduga telah mengambil paksa data dalam android nasabah. Melihat kondisi itu, HN emosi, lalu mengajukan keberatan. Namun, HN terlebih dahulu mendiamkan masalah pesan berantai dan menunggu sampai tiba hari pelunasan utang.

Saat hari pelunasan sesuai jadwal, muncul seorang staf pinjol tersebut menanyakan prihal tagihan. “Pak, kenapa tagihannya belum dibayar? tanya depkolektor via pesan WhatsApp. HN pun langsung menyampaikan keberatan terkait pesan berantai tadi dengan menanyakan dimana mengambil nomor ponsel rekannya.

“Saya keberatan, dan saya bertanya, kenapa kalian mengirim pesan tagihan ke nomor rekan saya, apakah saya telat atau lalai melakukan pembayaran. Kalau begitu caranya saya tidak akan bayar kalian,” katanya menirukan percakapan.

Mendengar sanggahan itu, kata HN pihak pinjol buru-buru menyatakan itu rekan saya tadi. Tapi saya bisa bantu bapak klarifikasi, tapi bayar dulu sekarang.

“Saya bilang ok, saya lalu langsung bayar detik itu juga, dan meminta segera diklarifikasi pesan berantai yang dikirim tiga hari sebelumnya,” imbuhnya.

Setelah transaksi pembayaran, yang muncul bukannnya klarifikasi, temannya justru menerima ucapan terima kasih telah mengingatkan tagihan saudara HN. Padahal menurut HN, dia tidak punya catatan buruk di perusahan Pinjol. Karena kejadian seperti itu, HN kemudian berpikir kalau yang namanya pinjol, baik yang legal dan ilegal sama-sama melakukan tindakan melawan hukum dengan cara membajak isi android nasabah. Bukan hanya nomor telepon, foto dan data lainnya pun bisa mereka ambil.

“Saya pernah membuka aplikasi pinjol di android saya, tiba-tiba muncul pesan pemberitahuan bahwa “Anda sedang login di dua lokasi berbeda,” Saat itu saya tambah panik, kok bisa ya, HP saya yang pegang, tapi ada yang login ditempat berbeda. Ini ada yang tidak beres, pasti perbuatan orang orang di balik Pinjol,” curiga HN.

Dari rangkaian peristiwa itu, Dia berkesimpulan kalau HP dan nomornya sudah tidak aman digunakan. Sementara nomor pejabat pemerintahan sangat banyak dan saya harus lindungi.

“Saat itu juga HN langsung menonaktifkan nomor ponsel, menghapus semua aplikasi dan menghapus semua kontak. Walaupun sebenarnya ternyata sudah terlambat, karena mereka sudah lebih awal mengamankan nomor kontak yang ada dalam android saya,” ngakunya.

Dalam keadaan emosi, HN berpikir akan menjadikan masalah ini sebagai momen untuk menyuarakan kepada negara bahwa perusahaan Pinjol tak ada yang benar. Baik itu yang ilegal maupun legal.

“Hanya masih ada juga Pinjol resmi yang tidak berbuat curang, saya ingat mereka ada yang bagus. Tetapi yang paling parah, saya menemukan dan menduga ada perusahan Pinjol resmi yang justru mengendalikan platfom Pinjol ilegal. Saya juga berhasil menelusuri sejumlah Pinjol resmi yang berafiliasi dengan Pinjol Ilegal. Kejahatan dilakukan sama, mengambil data android nasabah. Buktinya, mereka bisa mengirim pesan ke kontak teman walaupun seluruh kontak dalam HP sudah kosong, dan telah saya nonaktifkan,” bebernya.

Akhirnya, HN berpikir untuk tidak melunasi tagihan pinjol walau dengan kondisi terburuk, sambil menunggu pihak pinjol memasang foto di facebook. Jadi tidak akan kaget, kalau ada foto identitas beredar di facebook, karena dia mengaku sudah tau resikonya akan seperti itu.

“Maksudnya apa, saya ingin membawa pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa PINJOL APAPUN ITU HARUS BISA DIJAUHI, baik yang resmi maupun tidak resmi. Kapan berhubungan dengan Pinjol, anda tidak aman. Baik keamanan data dan lainnya. Korbannya saya, banyak mengetahui seluk beluk Pinjol ini, saya juga bersedia memberikan informasi kepada pihak berwenang jika dibutuhkan. Saya tau ada pinjol resmi yang mengelola Pinjol Ilegal,” imbau HN.

Menurtnya, Negara tidak akan bisa berantas pinjol Ilegal, sepanjang Pinjol resmi itu ada. Tetapi Negara harus bisa membuat regulasi yang ketat dan sanksi yang keras, guna meminimalisir merebaknya pinjol ilegal.

Melalui peristiwa tersebut, setidaknya menjadi bentuk dukungan pada negara untuk menggulung Pinjol ilegal, sebagaimana yang disampaiakan Presiden Joko widodo terkait keberadaan pinjol yang meresahkan masyarakat. Serta imbauan Menkopolhukam, Mahfud MD untuk tidak membayar pinjol illegal.

“HN juga mengajak seluruh nasabah pinjol di tanah air untuk segera berhenti meminjam dana Pinjol. Menjauhi Pinjol Ilegal sebagaimana pesan Presiden dan Satgas Pengawasan Investasi. HN juga meminta maaf kepada rekan-rekan yang kontaknya telah diambil oleh perusahaan pinjol dan menerima pesan berantai,” maafnya. (adm)

Laporan : Mimin

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com