satunarasi

BerandaButonKerugian Naik Rp4,1 M, Kejari Buton Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Perumdam...

Kerugian Naik Rp4,1 M, Kejari Buton Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi Perumdam Buteng

BUTON, SATUNARASI.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buton Sulawesi Tenggara (Sultra) kini menetapkan tersangka baru dalam perkara dugaan korupsi Perusahaan Air Minum Derah (Perumdam) Oeno Lia Kabupaten Buton Tengah (Buteng).

Sesuai siaran pers, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton, Ledrik V.M Takaedengan, SH., MH menjelaskan bahwa setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk tersangka “M” dan “TT” dengan 20 orang saksi, maka penyidik menemukan adanya perbuatan pihak lain  yang telah memenuhi alat bukti dalam perkara dimaksud.

Oleh karena itu, pada Kamis 9 Juni 2022, penyidik telah melakukan gelar perkara (ekspose perkara) terkait perkembangan penyidikan tersebut.

“Bahwa berdasarkan hasil ekspose, maka tim penyidik telah menyimpulkan dan menetapkan  Sdr. Ir. AWR selaku Direktur Umum Perumdam Oeno Lia Buteng tahun 2020 sebagai tersangka baru dalam perkara dimaksud,” pungkas Ledrik V.M Takaedengan, Jumat (10/06/2022).

Penetapan tersangka Ir. AWR berdasarkan surat Nomor : Print-363/P.3.18/Fd.1/06/2022 tanggal 9 Juni 2022.  Ledrik V.M Takaedengan menegaskan,  tersangka  Ir. AWR selaku Direktur Umum, memiliki tugas dan kewenangan atas pengelolaan keuang dan pertanggungjawaban keuangan, maka tersangka Ir. AWR bertanggung jawab atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan Perumdam Oeno Lia.

“Namun yang bersangkutan tidak melaksanakan tugas dan kewenangannya dengan benar. Bahwa perbuatan Korupsi yang dilakukan tersangka M dan TT tidak lepas dari kelalaian atau pembiaran tersangka Ir. AWR,” tegasnya.

Selain itu lanjut Ledrik V.M Takaedengan bahwa tersangka Ir. AWR juga menerima sejumlah pemberian uang yang bersumber dari dana penyertaan Modal Perumdam Oeno Lia tahun anggaran 2020 melalui tersangka TT, dan penerimaan dari pihak lain yang merupakan rekanan yang ditunjuk oleh Ir. AWR.

“Perbuatan tersangka telah memenuhi unsur Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP,” jelasnya.

Selain menetapkan tersangka Ir. AWR, penyidik telah menemukan bukti-bukti baru yang berkaitan dengan besaran kerugian Keuangan Negara.

“Sehingga dugaan kerugian keuangan Negara dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pengadaan Saluran Air Bersih/Sambungan Rumah pada Perumdam Oeno Lia yang bersumber dari dana penyertaan Modal Buton Tengah Tahun anggaran 2020 yang awalnya sebesar Rp3.279.373.536 menjadi Rp4.193.948.760,” tutupnya. (adm)

Penulis : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com