satunarasi

BerandaButon SelatanZona E Proyek RSUD Busel Kerugian Terbesar, Tipikor Polda Periksa 16 Saksi

Zona E Proyek RSUD Busel Kerugian Terbesar, Tipikor Polda Periksa 16 Saksi

BAUBAU, SATUNARASI.COM – Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mengembangkan penyelidikan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Selatan (Busel). Selain telah memeriksa sejumlah pihak, juga sudah meminta ahli kontruksi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sultra Kombes Pol Ferry Walintukan menegaskan, sesuai temuan Badan Periksa Keuangan (BPK) jumlah kerugian negara mencapai Rp4,1 miliar. Dari hasil penyembangan penyelidikan, Tipikor Polda Sultra menemukan kerugian terbesar pada proyek Zona E.

“Semua Zona (A-E) ada kerugian negara, tapi potensi kerugian paling besar pada Zona E,” ungkap Kombes Pol Ferry Walintukan saat dikonfirmasi, Rabu (08/06/2022).

Sayangnya, tidak disebutkan secara detail jumlah kerugian negara pada zona E tersebut. Sesuai informasi yang dihimpun satunatasi.com dalam paket Zona E, selain bangunan di dalamnya ada pembuatan selasar, instalasi jaringan gas medis dan radiologi. Dalam proses pengerjaan dilakukan andedum karena adanya keterlambatan khususnya pembuatan selasar.

Olehnya itu, penyidik Tipikor sudah meminta keterangan pada sejumlah pihak sebagai saksi. Mereka yang diperiksa yakni 5 orang kontraktor, 4 orang pihak pengawas, pejabat pembuat komitmen (PPK) dan kuasa pengguna anggaran (KPA) 2 orang.

“Terbaru melakukan tambahan pemeriksaan pada tiga pengawas dan dua orang perencana. Jadi total yang sudah dimintai keterangan baru 16 orang saksi. Pengembangan, renca akan periksa 5 kontraktor dalam setiap zona,” rincinya.

Guna penyelidikan lebih lanjut, tipikor Polda sudah melayangkan surat kepada ahli kontruksi untuk memeriksa kualitas bagunan.

“Kami sudah meminta ahli kontruksi untuk memeriksa pembangunan itu (RSUD Busel). Tinggal menunggu jawaban,” tutupnya.

Perlu diketahui, pembangunan RSUD Busel itu sumber anggarannya dari dana pinjaman daerah sekira Rp71 miliar di masa pemerintahan La Ode Arusani selaku mantan Bupati Busel. Dari hasil temuan BPK Rp4,1 M, sejumlah kontraktor telah melakukan pengembalian kerugian. Namun, ada kontraktor yang tidak patuh, sehingga tipikor melakukan penyelidikan. (adm)

Penulis : Basyra

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com