satunarasi

BerandaBombanaAda Mediasi Awal Terhadap Kisruh Pemuda, Kapolsek Kabaena Timur: Laporan Tetap Diproses

Ada Mediasi Awal Terhadap Kisruh Pemuda, Kapolsek Kabaena Timur: Laporan Tetap Diproses

BOMBANA, SATUNARASI.COM – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kabaena Timur, Iptu Mika K Paonganan menegaskan akan tetap memproses semua laporan warga di wilayahnya jika terjadi perbuatan melanggar hukum.

“Bhabinkamtibmas telah mengambil langkah awal mempertemukan pemerintah Kelurahan Dongkala dan Kelurahan Lambale. Jadi bukan tidak di gubris laporannya. Tidak ada suatu masalah yang tidak akan diproses apabila sudah masuk ke ranah hukum,” tegas Iptu Mika K Paonganan kepada pewarta satunarasi.com, Kamis (14/04/2022).

Saat proses kejadian lanjut Mika K Paonganan, pada Selasa malam (29/03/2022) lalu, Ia hadir bersama anggota di lapangan ikut mengamankan kisruh antar pemuda itu.

“Yang ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) pada saat itu, saya bersama anggota dan kejadian sudah berlangsung beberapa menit. Setelah kejadian baru ada laporan dari salah satu masyarakat sekitar TKP yang merasa terganggu yang melapor bahwa ada tawuran,” paparnya lagi.

Pihaknya dalam menangani perkara, tidak serta merta langsung melakukan penetapan tersangka. Namun harus melalui proses sidik dan lidik. Hal itu dilakukan agar tidak ada kesalahan dalam penanganan semua perkara.

“Maaf pak, Polisi tidak serta merta bisa menetapkan seseorang menjadi tersangka. Harus melalui proses penyelidikan. Sementara ini bagian penyidik Polsek Kabaena Timur mengalami pergantian dan dengan padatnya kegiatan harap bisa bersabar,” pungkasnya.

Apalagi menurut Mika K Paonganan bahwa sekarang dalam proses penanganan perkara sudah bisa dilakukan prapradilan apabila salah menetapkan seseorang jadi tersangka. Olehnya itu, pihak sangat hati-hati, apalagi kejadian ricuh itu dilakukan malam hari dalam kondisi gelap.

“Maka dari itu kami dari pihak kepolisian harus hati-hati dalam menetapkan tersangka,” tutupnya.

Perlu diketahui, ada dua korban penganiayaan bernama La Awe (35) dan Idham (19) yang diketahui Warga Kelurahan Lambale Kecamatan Kabaena Timur Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara (Sultra) mengaku menuntut keadilan. Laporan mereka selaku korban belum di proses oleh Polsek Kabaena Timur.

Kisruh antar pemuda Kelurahan Lambale dan Kelurahan Dongkala itu bermula saat pulang dari pesta jegot di wilayah Pantai Baru Kelurahan Dongkala, Selasa malam (29/03/2022) sekira pukul 00.30 wita. Di tengah perjalanan mereka dihadang oleh sejumlah pemuda Kelurahan Dongkola dan para korban dianiaya dari arah belakang.

Korban LacAwe mengalami luka robek pada kepala kanan bagian belakang. Sedangkan Idham dikeroyok sehingga mengalami luka pada pipi bagian kiri. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com