satunarasi

BerandaButonInvestor Jepang Tinjau SDA Buton, Bupati La Bakry Harap Investasi Rp 10...

Investor Jepang Tinjau SDA Buton, Bupati La Bakry Harap Investasi Rp 10 Triliun

BUTON, SATUNARASI.COM – Jajaran Direksi PT Bekasi Fajar (BeFa) Industrial Estate Tbk yang merupakan investor asal Negara Jepang yang telah terkemuka di Indonesia bertandang d bumi penghasil asal. Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si menerima kunjangan itu dalam rangka meninjau langsung potensi sumber daya alam seperti nikel, aspal termasuk sumber daya sektor perikanan.

Rombongan investor yang mengelola Summarekon Bekasi ini dipimpin langsung oleh President Director PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, Yoshihiro Kobi didampingi Vice President Director, Leo Yulianto Sutedja.

Dihadapan para investor, La Bakry memaparkan potensi dan prospek pengembangan sumber daya alam yang dimiliki daerah eks Kesultanan Buton itu, antara lain tambang aspal, nikel, mangan, termasuk potensi perikanan. Bukan hanya itu, juga memaparkan infrastruktur penunjang lainnya bila investasi ini berlanjut.

“Ini menerima kunjungan calon investor kawasan Industri Buton Terpadu, Buton Industrial Park (BIP) dari Jepang. Saya menawarkan dan mereka mau meninjau lokasi. Mudah-mudahan cocok. Tadi beberapa sarana prasarana yang ditanyakan termasuk sarana air bersih bagaimana, power plant, ketersediaan listrik dan jarak (koneksi wilayah),” ungkap Ketua Bapera Sultra itu, Senin (11/04/2022).

Bila cocok di Buton, investor Jepang itu rencananya akan membangun pabrik atau smelter di Kawasan Industri Buton. Bisa aspal maupun dengan sumber daya lainnya. Termasuk perikanan.

“Jika berminat di perikanan, kita akan lihat di Kamaru, Kecamatan Lasalimu berupa lahan yang sudah disiapkan oleh pemerintah daerah sejak zaman Bupati Pak Sjafei dulu. Itu kita tawarkan juga lokasinya,” tutur mantan Wakil Bupati pasangan Samsu Umar Abdul Samiun itu.

Terkait pengembangan aspal alam Buton untuk memenuhi kebutuhan aspal nasional, orang nomor satu di Buton itu berharap beberapa investor yang sudah ada niat membangun smelter bisa segera action. Sehingga secara bertahap kita penuhi kebutuhan aspal nasional. Lebih lanjut, dalam pertemuan itu, belum ada kepastian berapa jumlah investasi yang disiapkan investor PT BeFa Industrial Estate Tbk.

Terkait jumlah investasi nantinya, Ia menilai tergantung kapasitas yang dikehendaki nantinya dan akan disesuaikan. Hanya saja, berharap investor Jepang tersebut sekiranya dapat berinvestasi di Buton hingga triliunan.

“Nilai investasi, tergantung kapasitas yang mereka kehendaki. Kapasitas produksi aspal misalnya, berapa pertahun ya, disesuaikan. Kita berharap sih, di atas Rp 10 Triliun lah. Mereka datang menjajaki, karena saya sudah paparkan, potensi dan peluang-peluang di Kadin dua tahun yang lalu dan itukan mereka terus mau komunikasi. Ini ada yang dari Jepang sambungan dari Kadin itu, mereka berminat ingin melihat kondisi lokasi sesungguhnya seperti apa. Kita berharap ada kecocokan,” harap Ketua DPD Golkar Buton.

Di tempat yang sama, President Director PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk., Yoshihiro Kobi mengungkapkan mengenai investasi, pihaknya cukup lama di Bekasi membangun kawasan industri. Menurutnya, Indonesia memiliki ragam budaya, tiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Olehnya itu, apa yang telah dibangun di Bekasi belum tentu bisa dikembangkan di Buton. Perlu pembelajaran dan disesuaikan dengan karaktetistik suatu daerah.

“Jadi kita sudah cukup lama di Bekasi bikin kawasan industri yang mendatangkan banyak industri dari luar negeri juga. Tapi setiap daerah itu ada ciri khasnya yang khusus. Kita tidak bisa copy yang kita bangun di Bekasi itu di sini. Tapi saya ingin tahu apa yang spesial di Buton ini. Aspal ada, nikel ada, perikanan ada. Jadi kita harus mikir lagi apa yang cocok untuk industri, kalau seandainya kita mau bikin kawasan industri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yoshihiro menjelaskan berdasarkan hasil pemaparan Bupati, pihaknya prospek condong ke investasi tambang nikel. Namun, masih akan melihat hasil peninjauan lapangan nanti. Aspal juga diakui belum ada ilmu tentang natural aspal.

“Tadi juga disampaikan tentang perikanan. Ini juga saya baru tahu ini pusat kapal perikanan di sini, karena lebih dekat dari Bali ke Jepang. Saya lihat disini. Jadi pasti ada potensial untuk kembangkan. Tapi mungkin ada beberapa hal yang kita belum tahu ya. Jadi kita akan studi lagi,” ujarnya.

Sementara untuk nilai investasi, dirinya belum bisa dipastikan. “Nilai investasi kita belum tahu. Karena kita baru tahu infrastruktur yang sudah ada apa, yang belum ada apa? Dan berapa estimasinya untuk bikin infrastruktur,” tutupnya.

Usai diterima di Ruang Rapat VIP Bupati Buton di Pasarwajo, para investor dan Bupati bergerak menuju Kamaru, Kecamatan Lasalimu dan Kecamatan Kapontori, termasuk Desa Boneatiro dan Pulau Pendek untuk meninjau langsung potensi sumber daya alam Buton. Di Kamaru, rombongan Bupati dan Investor meninjau PPI Kamaru dan Tambang Aspal Lawele. (adm)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com