satunarasi

BerandaAdvetorial/LipsusTerobosan Kadisbud Sultra, SMA-SMK se-Buteng Edukasi Indonesia Produksi Minyak Kelapa Murni

Terobosan Kadisbud Sultra, SMA-SMK se-Buteng Edukasi Indonesia Produksi Minyak Kelapa Murni

BUTON TENGAH, SATUNATASI.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs. Asrun Lio, MHum., PhD punya gagasan cerdas mengatasi krisis minyak goreng. Sebagai edukasi terhadap masyarakat Indonesia khususnya Sultra, melalui komando Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH menghadirkan terobosan program pembuatan minyak goreng murni dari kelapa.

Kegiatan ini berlangsung secara serentak di 17 Kabupaten/Kota se Sultra dengan menggerakan seluruh Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuaran (SMK). Semua SMA dan SMK di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) ikut berpartisipasi menyukseskan program tersebut bertempat di SMA Negeri 1 Buteng di Kecamatan Mawasangka, Sabtu (02/04/2022).

Sebanyak 29 SMA-SMK se Buteng kompak dalam kebersamaan memproduksi 120 kemasan minyak murni dari bahan 1.200 buah kelapa pilihan. Sesuai pantuan pewarta satunarasi.com di lapangan, para Kepala Sekolah (Kepsek), guru dan ratusan siswa antusias memproduksi minyak kelapa menggunakan pengapian tradisonal dari tungku. Meski dikempung asap, tidak menyulutkan semangat untuk menghasilkan minyak goreng sesuai target yang diberikan tiap sekolah.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Buteng, La Madini, S.Pd., MM.Pd menjelaskan, kegiatan pembuatan minyak kelapa murni diikuti semua sekolah. Khusus SMA berjumlah 18 sekolah dan sebanyak 11 SMK gabungan Negeri dan swasta. Semua sekolah diberikan target membuatan minyak kelapa murni berdasarkan jumlah siswa, sehingga kuota untuk Buteng sebanyak 120 kemasan minyak berdasarkan kesepakatan musyawarah MKKS di Kota Baubau.

“Program ini merupakan terobosan Kadisbud Sultra pak Asrun Lio sebagai upaya edukasi masyarakat bahwa krisis minyak goreng dapat di atasi. Jadi hasil produksi minyak ini sebagai prakarya anak SMA-SMK yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat Buteng yang layak menerima secara gratis,” kata La Madini, Kepsek SMK Negeri 2 Buteng itu saat ditemui.

Alasan hasil produksi disalurkan kepada masyarakat, lanjut La Madini bahwa sebagai upaya untuk meringankan beban, karena masyarakat sangat merasakan dampak terhadap krisis minyak goreng. Apalagi harga beli minyak goreng begitu mahal di pasaran yang telah mencekik ekonomi masyarakat.

“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini bahwa anak-anak SMA dan SMK sebagai generasi memiliki karya untuk mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng. Jadi ini sebagai contoh bahwa krisis minyak goreng bukan masalah, karena mampu kami atasi,” paparnya.

Sebagai wujud partisipasi dan kerjasama, lima orang siswa tiap sekolah diberikan tanggungjawab untuk mampu memproduksi satu botol kemasan minyak murni dalam satu tungku pengapian, dengan bahan 10 buah kelapa. Jika hasilnya tidak memenuhi, kata La Madini maka itu sebagai pembelajaran bagi siswa. Kegiatan itu diakui murni partisipasi sekolah, karena tidak ada lembaga lain yang berkontribusi dalam proses produksi.

“Jika tidak memenuhi target, kemungkinan ada kesalahan teknik dalam pembuatan, atau terkait dengan jenis kelapa dan itu akan dipelajari sebagai ilmu. Target produksi minyak kelapa murni sesuai dengan jumlah tungku yakni dari 120 tungku untuk 120 botol minyak murni. Hasilnya akan dikumpul lalu dikembalikan kepada sekolah masing-masing untuk dibagi ke masyarakat berdasarkan komando dan perintah dari pak Kadisbud,” tutupnya.

Perlu diketahui, kegiatan itu diinisiasi oleh Dikbud Sultra bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra pinpinan Alvin Akawijaya Putra, anak Gubernur Sultra, H. Ali Mazi, SH. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com