satunarasi

BerandaButon TengahPlt. Walikota Baubau Resmi Pimpin RGPI Sultra, La Andi Nahkoda RGPI Buteng

Plt. Walikota Baubau Resmi Pimpin RGPI Sultra, La Andi Nahkoda RGPI Buteng

BAUBAU, SATUNARASI.COM – Pelaksana tugas (Plt.) Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse resmi menjadi Ketua Dewan Pimpinan Koordinator Wilayah (DPKW) Rajawali Garda Pemuda Indonesia (RGPI) Sulawesi Tenggara (Sultra). Sedangkan La Andi, Sos dipercaya menjadi nahkoda Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rajawali Garda Pemuda Indonesia Buton Tengah (Buteng).

Hal itu ditandai dengan proses pelantikan para pengurus RGPI Sultra berdasarkan surat keputusan (SK) nomor 048/DPP/III/2022, yang dikukuhkan langsung  oleh Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Bang Danil, SH., MH. Sedangkan semua pengurus DPW 17 kabupaten/kota se-Sultra dilantik oleh Ketua DPKW Sultra yang berlangsung di alun-alun Kotamara Baubau, Sabtu (26/03/2022).

Ketgam : Ketum DPP RGPI, Bang Danil, SH., MH bersama Ketua DPW RGPI Buteng, La Andi, S.Sos

Prosesi pengambilan sumpah berjalan hikmad dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Sesuai pantauan pewarta satunarasi.com, hadir anggota DPD RI dapil Sultra, Dr. H. Mz. Amirul Tamim, Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud yang juga dilantik menjadi Ketua Srikandi RGPI Sultra, Sekda Baubau, Roni Muhtar, Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo, Dandim 1413 Buton, Letkol ARM Muhammad Faozan dan sejumlah Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Baubau. Tokoh masyakat, salah satunya Bupati Buton dua periode (2001-2011), LM Sjafei Kahar.

Selaku pemerintah daerah, Plt. Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse dalam sambutannya  mengaku bangga pada RGPI. Pasalnya, daerahnya telah dipercaya menjadi tempat pelaksanaan pelantikan pengurus RGPI se Sultra.  Ia mengucapkan selamat datang kepada Ketum RGPI pusat dan seluruh jajaran pengurus DPP.

“Terimakasih telah mempercayakan Kota Baubau sebagai tempat pelaksanaan pelantikan. Ini menjadi daerah pertama mengepakkan sayap masuknya RGPI di Sultra,” kata Monianse sebelum dilantik menjadi Ketua RGPI Sultra.

Politisi PDIP ini menegaskan, bahwa biasanya pelantikan dilakukan di ibu kota Provinsi, yakni Kota Kendari. Tapi DPP RGPI memilih Kota Baubau, namun itu menurutnya bukan kebetulan karena Baubau memang pernah menjadi ibu kota provinsi Sultra. Olehnya itu, tidak masalah demi mengembalikan marwah kesultanan Buton. Selaku Ketua RGPI Sultra, Monianse siap membesarkan RGPI karena organisasi ini sangat independen dan tidak punya afiliasi dengan parpol manapun.

“RGPI lahir baru seumur jagung, tapi telah menunjukan kalau ini organisasi besar dan semoga dapat bangkit dan bertahan seperti ormas lainnya. Harapan kami ingin mengembalikan kejayaan kesultanan Buton dan berharap pada DPP RGPI dapat memfasilitasi dan membantu mendorong perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton),” ucapnya.

Kapolres Baubau mewakili Kapolda Sultra dan Dandim 1413 Buton ikut berkesempatan memberikan kata sambutan, sekaligus menerima plakat dari DPP RGPI. Ketum DPP RGPI, Bang Danil menegaskan bahwa hadirnya sejumlah pejabat dalam pelantikan itu, menandakan hidupnya RGPI di Sultra. Ia mengaku tidak meragukan lagi RGPI Sultra akan menjadi besar. Karena Ketua DPKW merupakan Walikota Baubau dan Ketua Srikandi Sultra yakni Wakil Bupati Wakatobi.

Tujuan dirikan RGPI kata Bang Danil bahwa sejak Pemilu 2014 anak bangsa terbelah, ada panggilan cabong dan kampret. Itulah menjadi pemicu terpecahnya persatuan. Jangan perbedaan dijadikan sebagai permusuhan. RGPI baru lahir 1 Januari 2021, tapi sudah terbentuk 14 provinsi di Indonesia, termasuk Sultra.  Dia juga memastikan segala keperluan untuk persiapan pelantikan ditanggung penuh oleh dirinya dan organisasi. Hal itu berlaku untuk semua kegiatan pelantikan semua daerah di Indonesia.

“Setiap pelantikan RGPI tak meminta sumbangan kepada swasta maupun pemerintah. Setiap pelantikan kami siapkan dana untuk meyukseskan kegiatan. Karena kami bergerak khusus di bidang pertambangan. Jadi RGPI tidak membuat proposal bantuan dalam semua kegiatan,” ucap Danil.

Meski menggunakan tagline Konsolidasi 2024 dalam berbagai kegiatan pelantikannya, Danil memastikan bahwa organisasi yang ia pimpin tak terafiliasi dengan partai politik manapun. “RGPI sudah jelas, independen. RGPI bukan sayap partai dan tidak berpartai, kami independen,” tegasnya.

Meski begitu, Danil tetap memberikan ruang seluas-luasnya kepada para anggotanya untuk berpolitik atau berafiliasi dengan salah satu partai secara pribadi. Namun saat kembali ke payung organisasi RGPI, status partai itu harus ditanggalkan. “Silahkan berpartai, tapi ingat ketika kembali ke organisasi teman-teman semua adalah RGPI,” ucapnya.

Selain memastikan diri tak terafiliasi partai politik manapun, Danil juga memastikan bahwa organsasi besutannya ini berfokus pada pengembangan bisnis khususnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk kadernya secara khusus. Hal itu sesuai dengan tagline dari RGPI yaitu Modern Nasionalis, Religius, Bisnis.

“Logikanya simpel, tidak mungkin anggota itu akan bersemangat dan tidak mungkin organisasi itu berjalan jika perutnya lapar. Jika anggota tidak mempunyai penghasilan RGPI lah yang membuka peluang itu dan di beberapa daerah sudah berjalan UMKM-nya,” terangnya. Tak heran jika Danil mengklaim bahwa organisasinya ini berbeda dengan organisasi-organisasi pada umumnya. Pasalnya pengurus DPP RGPI akan menjamin kelayakan hidup seluruh anggota organisasinya. (Redaksi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com