satunarasi

BerandaButon TengahPenggiat Air Bersih Talaga Raya, Hanya Rp 2 M Pipa 16 Kilometer...

Penggiat Air Bersih Talaga Raya, Hanya Rp 2 M Pipa 16 Kilometer Menembus Laut

BUTON TENGAH, SATUNATASI.COM – Kecamatan Talaga Raya merupakan satu-satunya daerah terluar yang ada di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara. Wilayahnya terpisah dari daratan Buteng, karena terletak di pulau terkecil. Dengan kondisi gegorafis tersebut, masyarakat Talaga tidak memiliki sumber air bersih yang layak.

Guna menjawab kebutuhan air, salah seorang tokoh masyarakat setempat bernama Dani punya inisiatif membangun perusahaan air bersih. Selain untuk membantu masyarakat, juga sebagai peluang usaha. Sejak puluhan tahun telah direncanakan, namun baru terealisasi tiga tahun terakhir.

Demi mewujudkan mimpi itu, Ia hanya menyiapkan anggaran sekira Rp 2 miliar sudah mampu menembus 16 kilometer pemasangan perpipaan lewat bawah laut menuju pulau Talaga. Sebab, sumber air bersih tersebut jauh berada di daratan Kabaena, wilayah Kabupaten Bombana. Dani mengaku dengan medan jauh seperti itu, biasanya dalam pekerjaan proyek menghabiskan anggaran belasan miliar bahkan sampai puluhan miliar.

“Sudah tiga tahun berjalan air bersih di Talaga. Sekarang pelanggan yang sudah melakukan pemasangan sekitar 1.000 kepala keluarga. Program ini sudah sejak lama saya rencanakan hanya baru terealisasi 3 tahun terakhir. Ini usaha pribadi dengan CV. Dirma. Tujuannya tidak lain demi membantu masyarakat, karena Talaga tidak memilik air bersih,” kata Dani juga anggota DPRD Buteng itu saat ditemui, Selasa (8/03/2022).

Selaku penggiat air bersih, Politisi Partai Gerindra Buteng ini menjelaskan bahwa sebelum air menggalir di masyarakat, telah ada yang mencoba melakukan upaya serupa, namun gagal. Dengan tekad yang kuat, Ia menghadirkan konsultan ahli, Dani mampu menjawab tantangan masyarakat.

“Saya orang pertama yang berhasil mendirikan air bersih. Bayangkan, sumber air ke bibir pantai 4 kilometer. Dari Pantai menuju Talaga, pipa lewat dalam laut sepanjang 12 kilometer. Awalnya masyarakat tidak percaya, namun setelah terealisasi semua kaget,” cerita mantan pengawai perhubungan Provinsi Sulawesi Selatan itu.

Air bersih tersebut kini telah dinikmati masyarakat di 4 desa Kecamatan Talaga yakni Desa Pangilia, Liwulompona, Talaga 2 dan Kelurahan Talaga 1 dengan jumlah penduduk sekitar 10 ribu jiwa.
Sebagai perusahaan, Dani awalnya memasang tarif pemasangan rumah Rp 1 juta. Namun dengan perkembangan, kini telah menaikan menjadi Rp 2 juta bagi pelanggan.

“Iuran beban perbulan bagi pelanggan Rp 50 ribu. Itu untuk biaya perawatan, karena sering ada kerusakan pipa dalam laut, termasuk buat bahan bakar minyak (BBM),” jelasnya.

Namun, sebagai politisi kerap memanfaatkan usaha tersebut untuk meraup suara di masyarakat. Jika saat Pemilu, Dani mengaku menggratiskan beban bulanan demi meringankan masyarakat. “Ya, kalau saat pemilihan 2019 (Pemilu) lalu saya gratiskan 2 bulan semua pelanggan,” ucapnya.

satunarasi.com telah berkunjung di sumber mata air wilayah Wulu yang menjadi kawasan pertambangan PT. Arga Morini Indah (AMI). Air itu muncul dalam kubungan hasil galian PT. AMI. Hal ini diketahui saat kunjungan kerja DPRD Buteng bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meninjau lokasi air bersih. Pasalnya, Pemda Buteng melalui PDAM Oeno Lia berencana akan mendirikan perusahaan air bersih melalui anggaran APBD. Dani berharap pada pemerintah untuk tidak mengganggu usahanya, karena hanya di wilayah itu sumber mata air.

“Kalau rencana pemerintah terealisasi, tidak jadi masalah. Tapi saya berharap jangan mengganggu usaha air bersih saya yang telah dinikmati manfaatnya oleh masyarakat,” harapnya. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com