satunarasi

BerandaButon TengahSikap Politisi NasDem, PKS dan PAN Buteng Soal Untung Rugi Pergeseran Kursi...

Sikap Politisi NasDem, PKS dan PAN Buteng Soal Untung Rugi Pergeseran Kursi Dapil

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Wacana pergeseran kursi sejumlah Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencuat. Para politisi angkat suara terkait untung rugi pengurangan dan penambahan jumlah kursi pada beberapa dapil menuju Pemilu 14 Februari 2024 nanti.

Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Dapil Kecamatan Gu-Sangiawambulu, La Ode Alim Alam mengaku bahwa acuan penentuan jumlah kursi dapil yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan jumlah jiwa. Jika wacana pergeseran kursi tersebut telah sesuai dengan data kependudukan, tidak dapat dipersoalkan. Hanya saja, menurutnya perlu dilakukan evaluasi dan verifikasi agar data yang dilahirkan benar-benar akurat.

Ketgam : Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Buteng, La Ode Alim Alam

“Kalau tentang hitungan Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) sudah  seperti itu, kita tidak bisa mengelak lagi. Tapi harapan kita bahwa mulai dari tingkatan Desa, Kelurahan kemudian Dukcapil sendiri harus melakukan pendataan yang sebenar-benarnya terhadap jumlah jiwa tiap kecamatan,” jelas Alim Alam saat dikonfirmasi, Jumat (04/03/2022).

Pendataan yang dilakukan lanjut Ketua Fraksi NasDem DPRD Buteng itu bahwa bisa saja dalam data yang dirilis Dukcapil Buteng dalam agregat terkahir (Desember 2021), dikhawatirkan ada orang yang telah meninggal dunia, namun belum dilaporkan, sehingga masih terdaftar sebagai penduduk atau wajib pilih. Pada dasarnya, Ia tidak menolak jika dapil Kecamatan Gu-Sangiawambulu mendampat pengurangan kursi sesuai data kependudukan.

“Prinsipnya kita tidak menolak ketika jumlah penduduk yang sudah di data Dukcapil itu telah sesuai. Cuma harus ada kejelasan terkait data akurat baik yang meninggal, maupun penduduk yang datang dan pindah domisili, sehingga ada verifikasi yang lebih akurat agar tidak ada diskriminasi dalam penentuan kursi tiap dapil. Persoalan penentuan kursi dapil itu ya dokain KPU berdasarkan data penduduk yang akurat,” tegas Anggota DPRD Buteng itu.

Ketgam : Ketua Komisi III DPRD Buteng/Sekretaris DPD PKS Buteng, Tasman, SE

Selain itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dapil Kecamatan Lakudo, Tasman, SE memberikan pernyataan datar terhadap wacana tersebut. Ia mengaku  bahwa Pemilu 2024 masih terbilang lama, tahapan juga belum dimulai. Namun, jika dapil Lakudo ada pengurungan kursi sesuai data kependudukan, menurutnya tidak dapat dipertentangkan.

“Itukan masih lama, terkait tahapan itu (Penentuan Dapil dan Jumlah Kursi) masih ada beberapa bulan. Boleh jadi juga berubah, tapi kalau datanya (Dukcapil) seperti itu ya mau gimana lagi. Kalau saya sepanjang data itu benar dan valid saya kira tidak ada persoalan dan tidak ada masalah,” tutur Tasman juga Ketua Komisi III DPRD Buteng itu.

Lalu apakah secara politik ada kerugian jika ada pengurangan kursi dapil bagi masyarakat atau politisi Lakudo? Menjawab hal itu, anggota Dewan 3 periode ini juga menanggapinya dengan santai. Namun, Ia menilai masih perlu perampungan data bagi Dukcapil Buteng agar penyelenggara dalam hal KPU dapat menentukan jumlah kursi dapil dengan tepat sesuai jumlah kependudukan.

“Tidak ada yang dirugikan, karena konteksnya bukan berdasarkan untung rugi tapi memang berdasarkan data, kalau sudah menunjukan begitu ya kondisinya harus ikut data. Tapi saya kira banyak faktor, mungkin ada yang belum dirampungkan datanya atau misalnya ada yang belum melapor dan mengurus KTP atau apa semua, sehingga masyarakat belum terdaftar. Bisa jadi juga faktor pemilih pemula, jadi harapan kita ya divalidkan datanya saja,” harap Sekretaris DPD PKS Buteng itu.

Ketgam : Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Buteng/Sekretaris DPD PAN Buteng, La India

Tanggapan berbeda datang dari Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Kecamatan Mawasangka, La India bahwa terkait pergeseran kursi dapil sangat mendukung penuh apa yang menjadi ketentuan dan ketetapan yang akan diputuskan nantinya. Apalagi, Dapil Kecamatan Mawangka harus bertambah menjadi 7 kursi kedepannya.

“Saya dukung sepanjang untuk kebaikan kita bersama. Kita ini bicara dapil ya tetap dapil, tapi sebagai anggota DPRD harus bicara keseluruhan Buton Tengah  agar lebih baik lagikan. Jadi kita harus berikan dukungan dan apresiasi terhadap KPU, Dukcapil termasuk Bawaslu dan semua pihak yang terkait, kita dukung semua kalau itu sudah sesuai ketentuan,” tutur La India, Wakil Ketua Komisi I DPRD Buteng itu.

Jika dapil Mawasangka dari 5 kursi harus  naik menjadi 7, secara tidak langsung ada dapil yang dikurangi jumlah kursinya. Itu sangat menguntungkan Kecamatan Mawasangka secara politik. Namun bagi La India juga selaku Sekretaris DPD PAN Buteng ini menilai, persoalan rugi untung tidak dapat perdebatkan yang penting sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Terkait dengan wacana pengurangan kursi dapil khususnya Lakudo dan dapil Gu-Sangiawambulu itu bukan domain kita kalau telah sesuai dengan pendataan yang akurat data kependudukan yang ada di Buton Tengah. Jadi tidak ada persoalan untung rugi itu, karena itu taat mekanisme,” tutupnya.

Sebelumnya, wacana pergeseran kursi senjumlah dapil diungkapkan oleh anggota KPUD Buteng, Rinto Agus Akbar Harkat, S.Fil.I., M.Phil.I selaku Devisi Teknik Pelenyelenggara menjelaskan bahwa tahapan penentuan dapil dan jumlah kursi dilakukan pada Agustus 2022. Pihaknya telah melakukan simulasi menghitung angka-angka dengan data penduduk terakhir. Dimungkinkan ada perubahan dari dapil Gu-Sangiawambulu yang awalnya 7 kursi kemungkinan tinggal 6. Mawasangka yang tadinya 5 menjadi 6 kursi dan Lakudo tetap 6.

Tapi itu masih simulasi atau perkiraan sementara. Bisa jadi menurut Rinto Agus Akbar Harkat dapil Mawasangka menjadi 7 kursi kalau selisih penduduk jauh setelah dilakukan akumalasi dengan jumlah pembagi.  Bisa saja diambil dari dapil Lakudo 1 kursi dan dapil Gu-Sangiawambulu juga 1 kursi ditarik ke dapil Mawasangka. Tapikan akumalasi dari nilai terkahir akan dilihat, karena posisinya akan lebih tinggi komanya, karena berdasarkan simulasi awal itu jumlah penduduk bagi 25 kursi tinggal 4.000 an dalam hitungan 1 kursi DPRD

Hitungan pergeseran kursi dapil berdasarkan data yang dirilis Kepala Dinas Dukcapil Buteng, Tamrin Mau bahwa  jumlah penduduk Buteng dalam agregat terkahir sebanyak 119.011 jiwa. Itu tersebar di 7 wilayah yakni Kecamatan Mawasangka sebanyak 30.286 jiwa, Kecamatan Lakudo 27.053 penduduk, lalu Kecamatan Gu berjumlah 21.925 jiwa, menyusul Mawasangka Tengah 13.544, Kecamatan Talaga Raya dikisaran 13.517 jiwa, Mawasangka Timur 6.662 orang dan terkahir Sangiawambulu hanya 6.024 jiwa. Adanya data jumlah penduduk tersebut, dipastikan akan terjadi pergeseran jumlah kursi tiap dapil. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com