satunarasi

BerandaButon TengahAda Pergeseran Kursi Dapil Mengacu Data Dukcapil Buteng, KPUD: Bisa Mawasangka Menjadi...

Ada Pergeseran Kursi Dapil Mengacu Data Dukcapil Buteng, KPUD: Bisa Mawasangka Menjadi 7

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM –Penyelenggaraan Pemilu akan digelar 14 Februari 2024. Tahapan pesta demokrasi itu tidak lama lagi akan dimulai. Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara mulai melakukan simulasi tahapan, salah satunya terkait dengan penentuan daerah pemilihan (Dapil) termasuk jumlah kursi.

Sesuai data yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Dukcapil) Buteng dalam agregat terakhir (Desember 2021), terjadi perubahan jumlah jiwa. Dari 7 Kecamatan yang ada, kini Kecamatan Mawasangka memiliki penduduk terbanyak. Padahal pada Pemilu 2019 lalu, Kecamatan Lakudo unggul. Hal ini menjadi dasar penyelenggara dalam menentukan jumlah kursi tiap dapil nanti, sehingga dimungkinkan akan ada pergeseran kursi  tiap dapil di Buteng pada Pemilihan Calon Anggota Legislatif (Pilcaleg) 2024.

Menanggapi hal tersebut, anggota KPUD Buteng, Rinto Agus Akbar Harkat, S.Fil.I., M.Phil.I selaku Devisi Teknik Pelenyelenggara menjelaskan bahwa penentuan dapil dan jumlah kursi dilakukan sesuai tahapan pada Agustus 2022. Pihaknya akan mencoba memetahkan, namun yang menetukan jumlah kursi tetap KPU RI dengan rujukan data agregat kependudukan terakhir yang diperoleh dari Dirjen Capil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Jadi kami akan tetap melakukan perhitungan terkait jumlah jiwa untuk menentukan jumlah kursi tiap dapil. Tapi itu nanti ada tahapannya. Sekarang ini sementara di godok ada 8 PKPU (Peraturan Komisi Pemilihan Umum) yang sementara dirancang KPU RI, salah satunya PKPU tentang tahapan. Jadi setelah verifikasi partai politik baru penentuan jumlah kursi dan dapil,” kata Rinto sapaan karib Rinto Agus Akbar Harkat kepada satunarasi.com saat dikonfirmasi via telepon selulernya.

Sesuai data agregat Dukcapil Buteng, penduduk Kecamatan Mawasangka paling banyak, ada selisih sekira 3 ribu jiwa dengan Kecamatan Lakudo sebagai salah satu dapil, termasuk gabungan Kecamatan Gu dan Sangiawambulu. Jika mengacu pada perbandingan tersebut, dapil Mawasangka ke depan dimungkin terjadi penambahan kursi dewan.

“Bisa. Pergeseran itu bisa terjadi, meskipun dapil tidak berubah tetap 5. Namun jumlah kursi tiap dapil setelah dihitung dengan jumlah penduduk tiap dapil, dimungkinkan ada perubahan karena acuan perhitungan jumlah kursi itu sesuai dengan jumlah penduduk. Cara menghitungnya, jumlah penduduk keselurahan di bagi jumlah kursi DPRD Buteng yakni 25. Setelah itu dibagi lagi dengan jumlah penduduk tiap dapil, itulah hasilnya,” rinci Komisioner Buteng dua periode itu.

Kendati demikian, Rinto menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan simulasi menghitung angka-angka dengan data penduduk terakhir. Memang ada perubahan dari dapil Gu-Sangiawambulu yang awalnya 7 kursi kemungkinan tinggal 6. Mawasangka yang tadinya 5 menjadi 6 kursi dan Lakudo tetap 6.

“Tapi itu masih simulasi. Bisa jadi dapil Mawasangka menjadi 7 kursi kalau selisih penduduk jauh setelah dilakukan akumalasi dengan jumlah pembagi.  Bisa saja diambil dari dapil Lakudo 1 kursi dan dapil Gu-Sangiawambulu juga 1 kursi ditarik ke dapil Mawasangka. Tapikan akumalasi dari nilai terkahir akan dilihat, karena posisinya akan lebih tinggi komanya, karena berdasarkan simulasi awal itu jumlah penduduk bagi 25 kursi tinggal 4.000 san dalam hitungan 1 kursi DPRD,” bebernya.

Menariknya lagi, jumlah penduduk Dapil Kecamatan Talaga dibandingkan Dapil Mawasangka Tengah (Masteng)-Mawasangka Timur (Mastim) sangat jauh, selisih 7 ribu jiwa. Secara politik sangat menguntungkan Talaga karena 3 kursi dewan sedangkan Masteng-Mastim hanya 4 kursi. “Hehehe. Susah juga memang karena akumulasi hitungan seperti itu, apalagi dalam penentuan satu dapil itu minimal 3 kursi,” pungkasnya dengan nada bercanda.

Berdasarkan data yang dirilis Kepala Dinas Dukcapil Buteng, Tamrin Mau bahwa  jumlah penduduk Buteng dalam agregat terkahir sebanyak 119.011 jiwa. Itu tersebar di 7 wilayah yakni Kecamatan Mawasangka sebanyak 30.286 jiwa, Kecamatan Lakudo 27.053 penduduk, lalu Kecamatan Gu berjumlah 21.925 jiwa, menyusul Mawasangka Tengah 13.544, Kecamatan Talaga Raya dikisaran 13.517 jiwa, Mawasangka Timur 6.662 orang dan terkahir Sangiawambulu hanya 6.024 jiwa. Adanya data jumlah penduduk tersebut, dipastikan akan terjadi pergeseran jumlah kursi tiap dapil.

“Capil itu tidak ada kaitannya dengan politik, karena KPU godok sendiri, data kami itu hanya sebagai pembanding. Ada data konsolidasi antara KPU RI, Bawaslu dan Dirjen Capil. Kami sudah diarahkan dari Dirjen Capil bahwa kalian di Kabupaten dan Provinsi jangan pernah memberikan data untuk KPU Kabupaten dan Bawaslu. Karena yang melakukan perjanjian kerjasama itu antara Dirjen Capil dan KPU pusat serta Bawaslu,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Kendati demikian, Tamrin Mau mengaku tetap ada kesesuaian data yang diperoleh KPUD dari KPU RI dan data Dukcapil. Tugas Dinas Capil menurutnya paling penting mempertahankan jumlah penduduk karena itu berkaitan dengan jumlah kursi DPRD. Jadi terkait penentuan jumlah kursi dewan tiap dapil itu menjadi ranah KPU selaku penyelenggara.

“Kami sebagai capil mempertahankan jumlah penduduk agar lebih 100 ribu untuk Buteng karena itu berkaitan dengan jumlah kursi DPRD. Kalau di bawah 100 penduduk itu hanya 20 kursi DPRD seperti Buton Selatan. Jadi terkait dengan jumlah kursi tiap dapil menjadi tupoksi dan kewenangan KPU. Data agregat jumlah penduduk yang ada di kami hanya sebagai pembanding, tapi memang setiap ada rapat koordinasi dengan penyelenggara selalu kami dilibatkan, namun soal data kami tidak bisa berikan,” tutupnya. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com