satunarasi

BerandaButon TengahHadiri Pesta Adat Rumpun Ombonowulu, Umar Samiun Sentil Bupati Buteng Soal Kebijakan

Hadiri Pesta Adat Rumpun Ombonowulu, Umar Samiun Sentil Bupati Buteng Soal Kebijakan

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Acara adat Bongka’a Ta’u (Pesta Panen) rumpun Ombonowulu Kecamatan Gu Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut dihadiri Bupati Buteng H. Samahuddin, SE bersama Samsu Umar Abdul Samiun selaku Ketua Dewan Pembina Rumpun Ombonowulu.

Sesuai pantuan satunarasi.com, selain dua tokoh Buteng tersebut, juga hadir sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Komandan Kodim (Dandim) 1413 Buton Letkol ARM Muhammad Faozan, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buton diwakili Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Karimudin, Wakapolres Baubau Kompol Bachtiar, S.Sos.

Juga ikut terlihat sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buteng, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat dan para Kepala Desa. Termasuk para tokoh masyarakat seperti Ketua Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) La Andi, S.Sos, tokoh adat, tokoh agama serta ratusan masyarakat memadati lapangan Ampera Ombonowulu sebagai tempat pelaksanaan pesta panen, Sabtu (12/02/2022).

Sekira pukul 15.00 wita, rombongan Bupati Buteng bersama mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun didampingi istrinya, Lia Umar Samiun tiba di lokasi acara.  Mereka langsung disambut meriah oleh masyarakat. Diawali dengan pengalungan bunga, lalu atraksi adat seperti peragaan mangaru (bela diri) dan sejumlah tarian khas daerah.

Acara dimulai dengan pembacaan doa, lalu laporan Ketua Panitia oleh Kasman Rauf, pembacaan sinopsis ritual adat oleh Ketua pemuda rumpun Ombonowulu sekaligus Kades Walando, Mursidi. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Kerukunan Rumpun Ombonawulu, Muhiddin.

Melalui sambutannya, Muhiddin mengucapkan terimakasih atas kehadiran semua komponen masyarakat. Selain itu, selaku ketua rumpun berharap kepada Bupati Buteng agar lokasi benteng Ombonowulu harus masuk dalam wilayah Kecamatan Gu, karena selama ini ada dalam cakupan wilayah Kecamatan Lakudo.

“Kami minta tolong pada pak Bupati (Samahuddin) agar lokasi benteng Ombonowulu tidak ada alasan harus masuk dalam cakupan wilayah Kecamatan Gu. Dalam acara ini sebanyak 500 talang murni swadaya masyarakat karena bentuk kepedulian,” kata Muhiddin juga Direktur Utama PDAM Oeno Lia Buteng itu.

Selaku Ketua Dewan Pembina Rumpun Ombonowolu, Umar Samiun berkesempatan menyampaikan sambutan di hadapan masyarakat. Menurutnya, saat menjadi Bupati Buton sebelum Buteng mekar menjadi daerah otonom baru (DOB), ritual itu selalu dihadiri. Ia mengakui kemajuan pembangunan Buteng, karena telah mengalami perubahan dibanding 8 tahun lalu sebelum terpisah dari daerah induknya Kabupaten Buton.

“Ada perubahan dan Buteng mengalami kemajuan karena terus berbenah diri dan ke depan kita harapkan daerah ini dapat mensejahterakan masyarakatnya. Jadi mari kita mendukung pembangunan Buton Tengah agar lebih cepat berkembang,” kata Ketua DPW  Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Sultra itu.

Menariknya, mantan Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sultra ini menanggapi tentang keikhlasan masyarakat Ombonawulu dalam swadaya menyiapkan 500 talang yang berisi berbagai jenis makanan khas daerah. Ia menilai masyarakat rumpun Ombonowulu telah mandiri karena dapat berdiri di kaki sendiri. Tidak pernah menjilat sesuatu yang telah dibuang atau dikatakan dari lidah mereka.

Bahkan, Umar Samiun sempat menyentil Bupati Buteng terkait kebijakan dalam birokrasi agar dapat memanfaatkan potensi sumber daya manusia (SDM) Ombonowulu yang ada diperintahan.  “Banyak generasi rumpun Bombonawulu yang sekolah dan sudah ada yang duduk di pemerintahan, coba pak Bupati (Samahuddin) mereka juga diangkat pada sesuatu jabatan tertentu,” harap Calon Gubernur Sultra itu.

Ucapan ini bukan tanpa dasar. Memang hanya sedikit dari banyak SDM Kecamatan Gu yang duduk pada jabatan tertentu di daerah dalam periode pemerintahan Samahuddin selaku Bupati Buteng. Bahkan Ia juga sempat menyinggung soal tapal batas yang kerap menjadi polemik di masyarakat agar jangan diganggu lagi.

Selain itu, sempat menyinggung perjuangan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) yang kini sedang hangat diperbincangkan. Menurutnya, nama Buton Raya dulu cakupan wilayahnya ada lima yakni Kabupaten Buton, Kota Baubau, Bombona, Muna, dan Wakatobi. Hanya saja Ridwan Bae saat menjadi Bupati Muna menarik diri termasuk Bombona keluar dari cakupan wilayah. Akibatnya syarat pemekaran Provinsi tidak terpenuhi, karena sisa tiga daerah.

“Makanya setelah saya jadi Bupati Buton cepat ketuk palu untuk pemekaran Buteng dan Busel agar eks Kesultanan Buton bisa memekarkan dirinya sebagai Provinsi yang kita idam-idamkan yakni Kepton. Jadi semangat membangun Buton Tengah ada dalam sanubari kita. Dulu cepat saya lepas menjadi DOB supaya ada kemajuan pembangunan. Termasuk  Buton Selatan,” paparnya.

Sambutan Bupati Buteng, Samahuddin sebagai penutup acara pesta panen. Ia berharap agar masyarakat Ombonowulu ke depannya semakin jaya, semakin maju dan Buteng berkah. Selaku kepala daerah setuju dengan apa yang menjadi permitaan, terkait dengan patok lahan milik pemerintahan agar tidak lagi diganggu oleh masyarakat. Ia meminta jangan ada lagi masyarakat yang ingkar janji.

“Pelabuhan Tolandona (Kecamatan Sangiawambulu) sudah dianggarkan Rp 15 miliar. Jalan menuju benteng Ombonowulu tahun ini saya sudah anggarkan Rp 1 miliar. Tadi terkait jabatan, intinya SDM Gu belajar dan belajar saya tidak mau OPD saya terjerat dalam hukum, makanya saya kader dulu supaya bisa bekerja baik. Sesuai tema pasta panen ini sangat bagus yakni Bersama, Bersatu, Bersaudara. Bukan bersama bersatu berkelahi,” tutup Samahuddin, Ketua DPD PDIP Buteng yang disambut meriah oleh masyarakat. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com