satunarasi

BerandaButon TengahSisa 101 Hari Menjabat, Bupati Buteng Dapat Lakukan Mutasi ASN Meski H-1

Sisa 101 Hari Menjabat, Bupati Buteng Dapat Lakukan Mutasi ASN Meski H-1

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Bupati Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Samahuddin, SE dilantik pada 22 Mei 2017. Jika dihitung 5 tahun kepemimpinan, maka bakal berkahir pada 22 Mei 2022 atau sisa 101 hari lagi menjabat.

Kendati demikian, La Ramo sapaan karib Bupati Buteng masih dapat melakukan mutasi jabatan pada aparatur sipil negara (ASN) di otoritanya, meski pada 21 Mei 2022.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Buteng, Samrin Saerani. Menurutnya, Bupati Buteng masih dapat melakukan mutasi dan pelantikan terhadap jabatan ASN, meski masa jabatannya tidak cukup lagi 6 bulan.

“Kalau mutasi kepegawaian masih mungkin, sampai H minus 1 (H-1) pun masih mungkin dilaksanakan,” jelas Samrin kepada satunarasi.com saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (11/02/2022).

Pandangan tersebut kata Samrin bukan tanpa dasar. Hal itu sesuai regulasi dalam Undang-Undang Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat 2 dijelaskan bahwa Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, Walikota atau Wakil Walikota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 (enam) bulan sebelum tanggal penetapan calon sampai dengan akhir masa jabatannya kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri.

“Jadi masih punya kebijakan dan kami selaku tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjagat) tinggal menunggu perintah Bupati. Kalau larangan tentang adanya mutasi itu berlaku jika telah masuk dalam tahapan Pilkada sesuai UU nomor 10 tahun 2016 itu yakni enam bulan sebelum penetapa calon. Kita ini belum ada penetapan calon, Pilkada nanti 2024,” tegasnya.

Meskipun secara politik bahwa kebijakan mutasi di akhir masa jabatan sangat rentan dengan kepentingan politik, namun menurut Samrin tetapi tidak ada regulasi yang melarang itu. Ia mengaku bahwa masih ada kekosongan sejumlah jabatan pasca pelantikan tiga Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) hasil seleksi terbuka pada 31 Januari 2022 lalu.

“Apalagi kemarin itu masih ada kekosongan jabatan pasca pelantikan Sekwan, Staf Ahli dan Asisten I Bidang Pemerintahan. Jadi otomatis ada tiga kekosongan jabatan yang ditinggalkan
dan ada beberapa yang sudah pensiun, tapi belum terisi dan beliau (Samahuddin) masih bisa melakukan pelantikan,” tuturnya.

Kendati demikian, Samrin tidak mengetahui apakah memang ada rencana mutasi yang bakal dilakukan Bupati Buteng dalam waktu dekat. Pasalnya, hal itu menjadi rahasia dan kewenangan pimpinan. Pastinya, selaku ASN menurutnya bekerja baik menjadi ukuran dan penilaian kepala daerah. Lalu terkait dengan mutasi ASN diakhir jabatan, apakah tidak rentan untuk kepentingan politik ke depan?

“Saya tidak bisa komentar itu, karena kalau mutasi ASN termasuk saya di dalamnya bisa juga dimutasi toh. Mulai staf sampai pada jabatan JPTP atau eselon II dapat dimutasi. Tapi semua ukuran dan penilainnya terutama pada kinerja dan disiplin. Itu akan menjadi pertimbangan dan saya kira tidak ada pertimbangan lain dalam hal promosi atau mutasi jabatan itu,” tutupnya. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com