satunarasi

BerandaButon TengahBanyak ASN Ajukan Kredit Perbankan Hingga Pensiun, Pemda Buteng Batasi 50 Persen...

Banyak ASN Ajukan Kredit Perbankan Hingga Pensiun, Pemda Buteng Batasi 50 Persen Gaji

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara memberlakukan kebijakan pembatasan kredit Perbankan bagi aparatur sipil negara (ASN). Itu dilakukan demi menjaga kinerja dan kesejahteraan pegawai.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Buteng, Abdullah bahwa kebijakan ini telah diterapkan selama satu tahun terakhir. Menurutnya, banyaknya ASN yang kerap melakukan pengajuan kredit di perbankan, sehingga kebijakan ini lahir karena ASN sering terbelenggu dengan kredit. Akibatnya, sangat mempengaruhi kinerja.

“Pembatasan pengambilan kredit bank bagi ASN Buteng itu kebijakan kami dinas sesuai arahan pimpinan (Bupati Buteng). Kita memperlakukan kredit  potongan hanya 50 persen dari gaji. Tujuan pembatasan demi menjaga kinerja dan kesejahteraan pegawai,” kata Abdullah kepada satunarasi.com saat ditemui di ruang kerjanya.

Ketgam : Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buteng, Abdullah

Sesuai mekanisme, pengajuan kredit bagi ASN memang harus ditandatangani atau atas persetujuan oleh Kepala Dinas masing-masing pegawai. Olehnya itu, menurut Abdullah kontrol terhadap permohonan kredit dapat dilakukan.

“Jadi kita tidak melayani atau tidak memberikan rekomendasi kredit kalau pengajuannya lebih dari 50 persen gaji, saya tidak mau tandatangan permohonan. Bank tidak akan berani berikan kredit kalau pimpinan tidak berikan rekomendasi karena siapa yang bertanggungjawab kalau ada masalah,” tegasnya.

Alasan utama dilakukan pembatasan kredit,  karena sesuai pengalaman ada ASN Buteng di pecat karena tidak pernah masuk berkantor. Teranyar, ASN tersebut sudah tidak menerima gaji tiap bulannya karena telah habis dipotong oleh bank.

“Makanya ada dua orang pegawai yang dipecat itu karena habis gajinya oleh kredit bank, sehingga tidak pernah masuk berkantor. Jadi kalau setiap kredit gaji ASN habis, apakah bisa hidup dan jika terjadi jelas berdampak pada kinerja. ASN akan malas dan mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi biaya kebutuhan hidup,” paparnya.

Kebijakan itu lanjut Abdullah juga telah disampaikan oleh Bupati Buteng, H. Samanhuddin, SE dalam setiap apel pagi. Apalagi Dikbud menurutnya banyak menaungi tenaga pengajar atau guru yang kerap mengajukan permohonan kredit.

“Sudah banyak sekali pegawai datang, apalagi guru meminta rekomendasi kredit sampai Rp 250 juta dan dibayar hingga pensiun. Saya sampaikan mendingan tidak usah jadi pegawai, bekerja hanya untuk bank. Coba dihitung berapa pengembaliannya, bunga hampir sama dengan pokoknya,” bebernya.

Kebijakan itu untuk semua ASN Buteng tanpa kecuali.  Kata Abdullah bahwa bank itu biar mengambil kredit berapapun pasti diterima, apalagi ASN yang baru karena massa pensiun masih lama.

“Semakin tinggi ASN ambil kredit, maka semakin senang pihak bank, karena bunganya tinggi dan disitulah sumber penghasilan bank. Apalagi kami dinas pendidikan banyak menaungi guru-guru, jadi intinya pembatasan demi kesejahteraan pegawai. Kredit itu enak kita ambil, tapi setelah itu pengembaliannya akan menjadi beban,” tutupnya. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com