satunarasi

BerandaButon TengahProyek Fisik Harus Digeser Demi Gaji PPPK, Dewan Buteng: Ini Bukan Jebakan...

Proyek Fisik Harus Digeser Demi Gaji PPPK, Dewan Buteng: Ini Bukan Jebakan Tapi Kandang Paksa

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Belum adanya postur anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru tahun 2022, mendapat tanggapan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Tengah (Buteng) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Demi memenuhi kebutuhan gaji tersebut, anggaran proyek fisik harus digeser.

Ketua Komisi III DPRD Buteng, Tasman menjelaskan bahwa adanya edaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) nomor S-204/PK/2021 terkait alokasi gaji PPPK yang inklut dalam transfer dana alokasi umum (DAU), itu patut dilaksanakan. Pemerintah Daerah (Pemda) harus melakukan pergeseran anggaran sesuai petunjuk pemerintah pusat.

“Daerah melalui TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Badan Anggaran (Banggar) harus duduk bersama mendiskusikan ini. Tinggal masalahnya di pos anggaran mana yang mau digeser dari DAU itu. Kalau bahasanya Pak Sekda (H Kostantinus Bukide) jebakan pemerintah pusat, kalau saya ini kandang paksa begitu,” kata Tasman Politisi PKS itu kepada satunarasi.com, Rabu (29/12/2021).

Kendati demikian, hingga kini Dewan belum mendapat surat dari TAPD terkait dengan rencana pergeseran anggaran itu. Sebab, sesuai mekanisme kata Tasman Pemda harus menyurat kepada DPRD melalui Banggar agar bisa dilakukan diskusi terkait dengan postur anggaran DAU yang bakal digeser nantinya.

“Kalau surat sudah ada, tinggal pimpinan Dewan agendakan kapan pembahasan di banggar. Lebih cepat lebih bagus, paling awal Januari 2022,” jelas Tasman juga Anggota Banggar DPRD Buteng itu.

Menurutnya, guna memenuhi gaji PPPK harus ada anggaran yang dikorbankan. Makanya penting dilakukan diskusi TPAD dan Banggar agar dapat melihat terkait program daerah yang sifatnya belum penting dan mendesak.

“Makanya harus didiskuikan anggaran mana yang harus dikorbankan. Kalau ukuran mendesaknya itu tergantung nanti diskusikan, begitu loh. Tapi mau tidak mau kegiatan proyek yang sifatnya fisik yang bisa digeser ke situ (gaji PPPK). Hampir sama sifatnya dengan refocusing ini, jadi mau tidak mau harus disesuaikan,” pungkasnya.

Anggota DPRD 3 Periode ini menegaskan, jika tidak dilakukan pergeseran, malasahnya memang anggaran DAU itu tidak akan dicarikan juga oleh Pemerintah Pusat. Namun, konsekuensi dari pergeseran itu, pasti ada keterlambatan realisasi anggaran kegiatan 2022.

“Kalau ini belum lakukan, pasti pemerintah pusat belum mau cairkan dananya, kan. Jadi memang pelaksanaan program lain belum bisa dilakukan dan pasti pemerintah pusat melarang itu agar belum ada kegiatan yang bisa direalisasikan kalau pergeseran belum dilaksanakan,” tutupnya.

Perlu diketahui Pemda Buteng bersama DPRD telah menetapkan Perda APBD 2022 pada 30 November 2021 melalui rapat paripurna. Saat itu, disetujui gambaran umum pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah secara total disetujui sebesar 611.348.467.304 rupiah, kedua belanja daerah disetujui sebesar 653.629.472.684 rupiah.

Selanjutnya, pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah diretuncanakan sebesar Rp 49.281.005.380 yang merupakan angka perkiraan dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.

Masalah gaji PPPK berawal dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (Perpu RI) nomor 49 tahun 2018 tentang manajemen PPPK, seleksi dilaksanakan pemerintah pusat sehingga gaji berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Namun, belakangan muncul Undang-Undang nomor 6 tahun 2021 bahwa gaji PPPK menjadi beban daerah melalui transfer Dana Alokasi Umum (DAU). Itu diperkuat dengan edaran Kemenkeu 13 Desember 2021.

Namun, dalam dana transfer DAU tidak ada tambahan untuk belanja pegawai. Akibatnya, Pemda Buteng harus kembali melakukan penggaran sekira Rp 22 miliar untuk satu tahun gaji PPPK dengan jumlah kebutuhan 357 orang. Padahal, APBD Buteng telah ditetapkan dan gaji PPPK belum ada dalam postur anggaran. (adm)

Penulis : Basyarun

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com