satunarasi

BerandaButonBupati La Bakry Mohon Pamit Saat Peresmian Baruga Watumotobe, Bupati Senior Umar...

Bupati La Bakry Mohon Pamit Saat Peresmian Baruga Watumotobe, Bupati Senior Umar Samiun Singgung Pilkada 2024

BUTON, SATUNARASI.COM – Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si meresmikan Baruga Watumotobe, Kecamatan Kapontori bersama Bupati senior, Samsu Umar Abdul Samiun, SH. Kegiatan peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton, Ny. Delia Montolalu La Bakry, pada Minggu (19/12/2021).

Dalam sambutannya, La Bakry mengatakan meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, menerima laporan bahwa sampai hari ini kasus Covid-19 di Buton sudah di angka nol. Ini semua adalah kerja keras semua pihak, mudah-mudahan Covid-19 bisa segera berakhir.

“Alhamdulillah, Kapontori sudah mencapai 60 persen sudah di vaksin. Ditingkatkan lagi agar target 70 persen Kabupaten Buton diakhir bulan segera tercapai. Sesungguhnya sasaran vaksinasi antara 25-35 persen banyak yang merantau di luar daerah,” kata Ketua DPD Golkar Buton itu

Adanya capaian tersebut, untuk itu Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengatakan agar datanya bisa direvisi, sehingga Buton tidak dianggap tidak bekerja untuk hal vaksinasi ini. “Saya meneruskan visi misi Bupati senior Bapak Samsu Umar Abdul Samiun, menjadikan Buton sebagai Kawasan Bisnis dan Budaya terdepan. dua-duanya, kita boleh maju secara ekonomi, tetapi tidak boleh tercerabut dari akar budaya kita,” lanjut La Bakry.

Sejak Umar-Bakry, lanjut Ketua Bapera Sultra ini selalu mengedepankan budaya dengan terus menggenjot sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, bidang kesehatan, pendidikan. Semuanya didorong dengan tetap tidak melupakan akar budaya Buton. Dulu sebelum diselenggarakan festival budaya tua, tidak ada yang percaya diri memakai simbol-simbol budaya Buton.

“Hari ini setelah tujuh tahun berturut-turut kita selenggarakan Festival Budaya Tua Buton, bahkan se-Sulawesi Tenggara muncul semangat itu, terutama kita di Kepulauan Buton yang nama kampurui seperti Padhamalala, Patawala, dan lain hari ini sudah menjadi accessories bahkan di event-event nasional di Sultra itu dibagikan kampurui ini,” paparnya.

Dikatakan, sejak dilantik kata La Bakry secara bertahap kita bangun baruganya. Baruga kecil kita syukuri, mudah-mudahan ke depan bisa diperluas. Ke depan, Kabupaten Buton akan menjadi pusat pengembangan aspal nasional. Tahun depan akan dibangun perluasan Pelabuhan Aspal Nambo. Jalan Kabungka- Lawele juga sudah dibangun.

“Saya mohon doa seluruh masyarakat Buton agar niatan kita ini dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.

La Bakry selaku pimpinan daerah bersama ibu Wakil Bupati, Iis Elianti serta secara pribadi mohon pamit kepada masyarakat Kapuntori karena periode 2017-2022 akan berakhir pada Agustus 2022. Sekaligus memohon maaf atas segala interaksi kita selama ini. Di akhir sambutannya, suami Delya Montolalu ini memberikan ucapan selamat atas peresmian Baruga Watumotobe dan pesta syukuran adat Bongkaano Khopo dan Tuturangi kepada pemerintah, tokoh adat dan masyarakat setempat.

“Selamat atas peresmian Baruga Watumotobe dan dengan selesainya pesta syukuran adat bongkaano Khopo dan Tuturangi, semoga batata kita dan doa-doa kita diijabah oleh Allah SWT, amin,” pinta Bupati ke sembilan di tanah Buton tersebut.

Sementara itu, tokoh pemerhati budaya Buton, yang juga mantan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun mengungkapkan rangkaian adat seperti ini perlu dilestarikan. Baruga ini punya kronologis sejarah. Menurutnya, pembangunan Baruga itu sudah lama Ia rencanakan dan sudah menjadi sasaran karena di Kapontori tidak ada magnet tersendiri.

“Namun alhamdulillah baruga ini dapat terealisasi atas usaha sebagaimana yang kita harapkan
Saya yakin pak Bupati bagian dari saya dan semoga kita berusaha bisa mengupayakan yang terbaik kedepannya,” kata mantan Ketua DPW PAN Sultra itu.

Umar Samiun sapaan karib Samsu Umar Abdul Samiun sempat membahas tentang pemilihan kepada daerah (Pilkada) ke depannya, tahun 2024. Menurutnya, memilih itu sulit karena latar belakang dan item-itemnya harus ditimbang. Namun kalau memilih, pastikan yang terbaik untuk masyarakat. “Dalam era keterbukaan informasi begitu cepat sehingga harus selektif cenderung meningkat. Hanya saja masyarakat itu sudah dalam skala memilih praktis lebih realistis yang jadi taruhannya daerah,” tegasnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati ke delapan Buton ini juga menyinggung tentang pemilihan raja di Kerajaan dan Sultan di Kesultanan Buton yang bersifat mutlak hingga demokratis. Namun yang terpenting dari acara syukuran ini adalah dalam ritual adat perayaan hasil panen yang ke depan Insya Allah dengan acara seperti ini dapat dilestarikam. Sehingga anak generasi kita bisa melanjutkan untuk dipertahankan. “Selamat untuk masyarakat Watumotobe yang hari ini baruganya sudah bisa di gunakan,” tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, juga turut hadir anggota DPRD Buton dapil setempat, pejabat eselon II dan III, Camat Kapontori, La Ode Farihi, SSos bersama anggota Forkopimcam Kapontori serta Plt. Camat Lasalimu La Ode Zahaba, S.Hi., M.Si. (adm)

Editor : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com