satunarasi

BerandaButon TengahDewan Buteng Terdaftar Terima Bantuan PKH, Alim Alam Sambangi Dinsos Guna Evaluasi

Dewan Buteng Terdaftar Terima Bantuan PKH, Alim Alam Sambangi Dinsos Guna Evaluasi

BUTON TENGAH, SATUNARASI.COM – Data penerima manfaat bantuan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Program Keluarga Harapan (PKH) kerap tidak tepat sasaran. Masalah itu terjadi secara nasional, tidak terkecuali di Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara. Bayangkan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih terdaftar, sehingga harus menyambangi Dinas Sosial (Dinsos) guna evaluasi.

Anggota DPRD Buteng, La Ode Alim Alam mengaku keluarganya terdaftar dalam bantuan KKS Program Keluarga Harapan (PKH) 2021 Desa Watulea Kecamatan Gu. Guna evaluasi, sehingga mendatangi kantor Dinsos Buteng agar data tersebut dihilangkan dalam daftar penerima PKH.

“Pada prinsipnya saya mendatangi kantor dinas sosial untuk menyampaikan terkait masih adanya nana istriku (Nurdina) di data KKS tahun 2021. Inilah kemudian saya sampaikan kepada dinas terkait (Dinsos) agar dalam data apapun yang berkaitan dengan bantuan, nama istri saya dihapus,” kata Alim Alim, Ketua Fraksi NasDem DPRD Buteng itu kepada satunarasi.com, Rabu (8/12/2021).

Memang sebelum menjadi anggota Dewan lanjut Alim Alam menerima bantuan tersebut. Tetapi pasca dilantik, sudah melaporkan kepada pendamping PKH agar nama istrinya tidak lagi terdaftar dalam penerima bantuan. Kendati demikian, data tersebut masih tetap muncul, sehingga Ia mengaku sudah kedua kalinya mendatangi Dinsos dengan perihal yang sama dengan harapan ada perbaikan sehingga kedepan penerima dapat MV bnyak tepat sasaran.

“Inilah yang kemudian saya sebagai pribadi juga anggota DPRD lebih menekankan agar menjadi evaluasi bersama untuk perbaikan data berikutnya. Saya berharap agar perbaikan data lebih melihat masyarakat mana yang pas, pantas dan benar-benar berhak menerima bantuan. Jadi sudah saya sampaikan agar nama istri saya di hapus dari data KKS ataupun dalam DTKS ( data terpadu kemiskinan),” harapnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buteng, Abidin, S.Pd., M.Si membenarkan hal tersebut. Ia mengaku telah bertemu dengan Alim Alam yang meminta agar nama Istrinya dihilangkan dan diberhentikan dari bantuan PKH.

“Ia benar dan dia minta supaya nama istrinya dihilangkan. Memang dari dulu sebelum jadi anggota dewan sudah terdata sebagai penerima manfaat PKH. Jadi tidak mungkin di data setelah jadi anggota DPRD ini,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, Abidin menjelaskan setelah jadi anggota dewan, La Ode Alim Alam tidak lagi menerima bantuan PKH. Namun, terdaftar kembali pada data tahun 2021 merupakan hasil verifikasi yang baru. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah mengusulkan agar nama Nurdina dihilangkan dari Pusat Data Kesejahteraan Sosial (Pusdatin).

“Kemungkinan tidak pernah terima lagi itu karena baru verifikasi data lagi. Banyak kemarin memang yang hilang nama penerima, jadi pasca verifikasi masuk dan muncul  lagi nama Nurdina ini. Tapi kita sudah mengusulkan di Pusdatin Kementerian Sosial (Kemensos RI) untuk menghapus, karena kita Dinas hanya mengusulkan saja lewat sistem,” tutup Abidin. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com