satunarasi

BerandaButon TengahPembahasan R-APBD Buteng Alot, Samahuddin: Belanja Daerah Disetujui Rp 653 Miliar

Pembahasan R-APBD Buteng Alot, Samahuddin: Belanja Daerah Disetujui Rp 653 Miliar

BUTON TENGAH – SATUNARASI.COM – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 telah disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi Perda APBD. Sebelum penetapan, terjadi perdebatan alot antara legislatif dan eksekutif terkait penyertaan modal PT BANK Sultra dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Oeno Lia Buteng.

Ketua DPRD Buteng, Bobi Ertanto saat pemimpin rapat gabungan antar komisi terkait R-APBD bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menegaskan bahwa penyertaan modal yang diberikan kepada BPD (Bank Sultra red) belum prioritas karena persoalan regulasinya.

“Saya juga bingung BPD ini belum ada Perdanya untuk penyertaan modal tapi sudah diberikan anggaran. Sementara PDAM sudah ada perdanya untuk kepentingan masyakat luas malah anggarannya minim,” kata Bobi politis PDIP itu, Selasa (30/11/2021).

Menanggapi hal itu, Kepala  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Samsudin Pamone mengaku untuk penyertaan modal PDAM telah ada. “Sebanyak Rp 5 miliar kami alosikan untuk PDAM sebagai penyertaan modal,” jelasnya.

Mendengar hal itu, Ketua DPRD Buteng langsung memberikan kesempatan pada pihak PDAM yang dihadiri Aminuddin dan Amir. Dalam kesempatan itu perwakilan PDAM mengaku masih memiliki ketunggakan yang harus diselesaikan. Sehingga anggaran Rp 5 miliar itu dianggap belum cukup. “Kebutuhan kami idealnya kurang lebih Rp 8 miliar, karena ada beban sebelumnya yang harus kami selesaikan,” kata Aminuddin mantan Ketua KPU Buton Tengah Itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Buteng, H. Kostantinus Bukide langsung memberikan kesimpulan guna menjawab perdebatan itu. “Pending saja dulu anggaran Rp 2 miliar untuk BPD itu,” singkatnya.

Di tempat yang sama, Tasman, legislator dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusulkan alangkah baiknya anggaran Rp2 miliar yang akan disertakan sebagai modal ke Bank Sultra dialihkan ke PDAM yang hanya mendapat anggaran Rp 5 Miliar.

“Kita ini masih banyak persoalan yang mendesak. Alangkah baiknya kalau saya itu Rp 2 miliar dialihkan untuk PDAM, kasihan mereka bekerja terus 24 jam tapi anggarannya cuma Rp 5 miliar,” tuturnya.

Mendengar peryataan tersebut Ketua DPRD, Bobi Ertanto langsung mengarahkan agar anggaran Rp 2 miliar untuk BPD dialihkan untuk PDAM. “Alihkan saja itu anggaran, untuk PDAM,” tegasnya dan disepakati peserta rapat termasuk politisi Golkar, Sa’adia, Politisi PKS, Tasman.

Usai rapat gabungan antar komisi, dilanjutkan dengan penetapan persetujuan R-APBD yang langsung dihadiri Bupati Buteng, H. Samahuddin, SE bersama seluruhnya Kepala OPDnya.  Sedangkan pihak DPRD dihadiri 22 orang dari jumlah 25 anggota termasuk unsur pimpinan Dewan semua hadir yakni Ketua Bobi Ertanto, Wakil Ketua 1, Adam dan Wakil Ketua II, Suharman.

Dalam persetujuan Perda APBD itu, pada dasarnya semua Fraksi sepakat terkait R-APBD 2022 untuk ditetapkan, termasuk Fraksi Partai NasDem pandangan Fraksi dibacakan oleh anggota DPRD Buteng, Samirun.

Melalui sambutannya,  Bupati Buteng Samahuddin menjelaskan sesuai peraturan menteri dalam negeri nomor 27 tahun 2021, maka penyusunan APBD 2022 berdasarkan prinsip yang pertama sesuai dengan kebutuhan penyelenggara urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan kemampuan pendapatan daerah.

Kedua tidak bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Ketiga berpedoman pada RKPD, KUA dan PPAS, ke empat tepat waktu sesuai dengan tahapan dan jadwal yang ditetapkan, kelima dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggung jawab, terakhir APBD merupakan dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan penerimaan dan pengeluaran.

“Dalam rapat paripurna ini saya akan menyampaikan gambaran umum pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah tahun anggaran 2022 sebagaimana yang telah disetujui. Yang pertama pendapatan daerah secara total disetujui sebesar 611.348.467.304 rupiah, kedua belanja daerah disetujui sebesar 653.629.472.684 rupiah,” tuturnya.

Selanjutnya pembiayaan daerah terdiri dari penerimaan pembiayaan daerah direncanakan sebesar Rp 49.281.005.380 yang merupakan angka perkiraan dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya.

“Pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar 7 miliar yang diperuntukkan sebagai penyertaan modal pada PT BANK Sultra dan PDAM Oeno Lia dengan harapan akan menambah atau menghasilkan pendapatan asli daerah berupa penerimaan deviden setiap tahunnya,” tutup politisi PDIP itu.

Diakhir sambutannya orang nomor satu di Buteng tersebut mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang telah mencurahkan waktunya, pikiran serta tenaga dalam proses penyusunan, pembahasan hingga persetujuan APBD 2022. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com