satunarasi

BerandaButonBPN Buton Melalui Program PSN Serahkan 5.460 Sertifikat pada Masyarakat

BPN Buton Melalui Program PSN Serahkan 5.460 Sertifikat pada Masyarakat

BUTON, SATUNARASI.COM – Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Buton akan menyerahkan sertifikat Program Strategis Nasional (PSN) kepada masyarakat sejumlah 5.460 sertifikat pada akhir tahun 2021. Jumlah tersebut terdiri atas 3 kegiatan PSN yaitu program PTSL sejumlah 3.640 sertifikat, Program Redistribusi Tanah Objek Landreform sejumlah 1.500 sertifikat dan Program Lintas Sektoral (UMKM) sejumlah 320 sertifikat.

“Kantor Pertanahan Kabupaten Buton telah menyelesaiakan 5.310 dari target sertifikat Hak Atas Tanah sebanyak 5.460 melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap), UMKM, dan Redistribusi,” ungkap Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buton Tageli Lase, S.SiT. yang didampingi Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Ilmiawan, S.T., M.Eng. dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha Heronius Lakasa, S.Sos, saat press rilisnya, Senin (29/11/2021).

Kepala Kantor Pertanahan juga mengatakan penyerahan sertifikat akan dilaksanakan pada 9 desember 2021 secara virtual yang akan dipimpin langsung Presiden Jokowi namun tempatnya belum bisa dipastikan apakah penyerahan secara simbolis dilaksanakan di Pasarwao, atau di Kantor Wilayah BPN Sulawesi Tenggara kota Kendari.

Ia mengatakan pembagian sertifikat tanah melalui program tersebut membuktikan keseriusan pihaknya dalam menjalankan tugas untuk menyelesaikan seluruh programnya di tahun 2021.

“Alhamdulillah penyerahan secara virtual yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember ditargetkan 3000 Sertipikat Hak Atas Tanah dari ketiga program diatas yang tersebar di beberapa Desa di Kabupaten Buton telah dirampungkan dan telah siap dilaksanakan secara simbolis,”ujarnya lagi.

Kata dia pembagian sertifikat tanah melalui Program Strategis Nasional ini merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan pendaftaran dan pemetaan tanah di seluruh wilayah Indonesia yang direncanakan selesai semua pada tahun 2025 sesuai road map yang ada.

“Dengan terbitnya Sertipikat Hak Atas Tanah tersebut diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Buton memalalui akses permodahalan di perbankan dengan sertifikat sebagai agunan,” ujarnya.

Selain kegiatan PTSL, Redistribusi Tanah dan Lintas Sektor Kantor Pertanahan Kabupaten Buton juga telah menyelesaiaan beberapa sertifikat Aset Pemerintah Kabupaten Buton sebanyak 40 bidang, dan aset Pemerintah Provinsi SULTRA sebanyak 24 bidang serta sertipikasi tanah masyarakat perorangan secara rutin sebanyak 44 bidang, lanjutnya.

Beliau juga menjelaskan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional melalui Kantor Pertanahan Kabupaten Buton, akan menyerahkan 1.500 sertifikat redistribusi tanah.

Sertifikat itu diperuntukan bagi warga pemilik tanah untuk lahan pertanian berbentuk sawah, kebun, yang merupakan eks kawasan hutan yang telah diturunkan statusnya menjadi APL (areal penggunaan lain).

Kata dia lagi untuk Kabupaten Buton dari perkiraan 101.678 bidang tanah secara keseluruhan, masih ada 39.612 bidang tanah atau 39 % yang belum terdaftar, artinya dari 101.678 bidang tanah baru 62.660 bidang tanah yang memiliki sertifikat dan masih tersisa 39.612 bidang tanah yang belum bersertifikat.

Lebih lanjut kakan Buton menjelaskan, ketiga kegiatan tersebut dimaksud, yaitu yang pertama, Kegiatan PTSL adalah Kegiatan pendaftaran tanah untuk pertama kali yang dilakukan secara serentak bagi semua objek pendaftaran tanah diseluruh wilayah Republik Indonesia dalam satu wilayah Desa/Kelurahan secara sistematis dimana diharapakan tanah dalam suatu wilayah semuanya terdftar (terpetkan).

Kedua, Kegiatan sertipikasi melalauli Redistribusi Tanah di kabupaten Buton Objeknya berasal dari Tanah pertanian dan Non pertanian dimana objeknya adalah bekas kawasn hutan yan telah di turunkan statusya, tanah negara yang dikuaisai oleh masyarakat yang subjeknya terdiri dari petani penggarap, nelayan, buruh, dan PNS golangan III/a kebawah. ketiga, kegiatan SHAT mandiri/Lintor yaitu kegiatan UMKM dimana subjeknya adalah Pelaku Eonomi Mikro kecil dan menengah. Perkiraan saat ini 101.678 bidang tanah secara keseluruhan di kabupaten buton. bidang tanah terdafar sebanyak 62.660 bidang tanah yang telah memiliki sertipikat, sehingga masih tersisa 39.612 bidang tanah atau sekitar 39% yang belum terdaftar.

“Hingga 2025 sesuai road map kementerian Agraria dan Tata ruang/BPN, nanti kita masih berupaya menyelesaikan sisanya 39 persen tersebut, dengan progres 9000 sertifikat pertahunnya,” tandasnya. (adm)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com