satunarasi

BerandaBaubauBNN Baubau Tangkap Kurir Sabu Jaringan Lapas

BNN Baubau Tangkap Kurir Sabu Jaringan Lapas

BAUBAU, SATUNARASI.COM–  Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Baubau Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil melakukan penangkapan pada kurir narkoba jenis sabu di wilayah hukumnya. Menariknya, berdasarkan hasil pengembangan, barang bukti diduga berasal dari jaringan nara pidana (Napi) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Baubau.

Kepala BNN Kota Baubau, Alamsyah, S.Sos., M.Si dalam  press release menjelaskan pengungkapan  diawali masuknya laporan masyarakat tentang adanya indikasi tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba golongan I jenis sabu di wilayah Kelurahan Batulo. Menindak lanjuti laporan, BNN bekerjasama dengan Jajaran Res Narkoba Polres Baubau untuk melakukan langkah pengungkapan penyelidikan lapangan.

“Pada Kamis malam, 18 November 2021 sekitar pukul 22.50 wita BNN bersama anggota Polres melakukan penggrebekan dan penangkapan seorang warga berinisial ASM alias AD (23) di jalan pahlawan Kelurahan Batulo Kota Baubau,” jelas Alamsyah didampingi Kanit 1 Res Narkoba Polres Baubau, Haeruddin, Plt Kasi Pemberantasan BBN, Ibrahim, SH., MH dan Kasupsi Registrasi mewakili Kalapas Baubau, Fredi saat press conference di Kantor BNN Kota Baubau, Selasa (23/11/2021).

Dalam proses penangkapan BNN berhasil mengamankan 1 unit hanphone, rokok, uang Rp 20 ribu dan cristal bening berisi narkotika golongan 1 jenis sabu dengan berat bruto 0,28 gram sebagai barang bukti berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (Labfor). Sesuai pengakuan tersangka, barang terlarang itu diperoleh dari salah satu terpidana narkoba yang sedang mendekam di Lapas Baubau. Adanya informasi itu, BNN melakukan pengembangan dengan koordinasi dengan pihak Lapas.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Kalapas Baubau (La Samsuddin, S.Sos.,MH) untuk segera menindak lanjuti informasi itu. Penyidik akan melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan itu di lapas. Pengakuan AD sudah beberapa kali pesanan. Kami sudah mengantongi nama pelaku di lapas karena tersangka sudah menyebut nama inisial ID. Tapi kita belum bisa percaya penuh, biasa hanya menyebut dari lapas sumber barangnya, tapi jangan sampai bosnya ada di luar,” jelasnya lagi.

Berdasarkan hasil tes urin, lanjut Alamsyah tersangka AD positif juga sebagai pengguna dan perantara jual beli (kurir). Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 114 ayat (1) subsidair pasal 112 ayat (1) dan atau pasal 127 ayat (1) huruf a Undang undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan atau maksimal 20 tahun penjara,” tutupnya. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com