satunarasi

BerandaButonProf. KH. Nazaruddin Umar Mengakui Buton Kota Wali, Sebagai Daerah Islam Pertama...

Prof. KH. Nazaruddin Umar Mengakui Buton Kota Wali, Sebagai Daerah Islam Pertama di Indonesia

BUTON, SATUNARASI.COM – Sesuai sejarah, Kerajaan Buton pertama kali didirikan pada abad 13 atau 1332 M. Kemudian Kesultanan Buton menjadi kerajaan Islam yang berdiri antara abad ke-16 hingga abad ke-20. Tak heran jika Buton diakui sebagai daerah Islam pertama di Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nazaruddin Umar dalam sambutannya menghadiri launching program Gerakan Moderasi Beragama di Madrasah menuju tahun toleransi 2022 tingkat Kabupaten Buton oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Zainal Mustamin di kopleks perkantoran Takawa, Kantor Bupati Kabupaten Buton, Selasa (16/11/2021).

“Sebagai kota wali, Buton harus terus dijaga kesuciannya sebagai daerah yang penuh keberkahan, karena Kabupaten Buton merupakan daerah Islam pertama di Indonesia,” kata Prof. KH. Nazaruddin Umar.

Mantan Wakil Menteri Kementerian Agama ini mengungkapkan toleransi bisa didapatkan dari tradisi masyarakat buton, dimana kearifan lokal masyarakat Buton memegang 4 (empat) prinsip yang menurutnya jika dijadikan sebagai filosofi bangsa, maka Indonesia tidak akan terjadi konflik.

“Pobinci-binci kuli artinya saling tenggang rasa, poangka-angka taka saling menghargai,
Pomaa-maasiaka artinya saling menyayangi antar sesama anggota masyarakat, dan Koadati yang artinya beradab,” terangnya.

Empat filosofi dasar karakter masyarakat buton, menurut Prof. KH. Nazaruddin Umar sudah mencerminkan perilaku toleran. Karena itu, dirinya mengatakan untuk tidak mempertentangkan antara adat istiadat sebagai kearifan lokal dengan agama. Mari kita bertoleransi kepada adat istiadat kita.

“Jika kita mengamalkan ajaran islam sepenuhnya, maka akan menumbuhkan perilaku toleransi. Oleh karenanya ia menegaskan untuk belajar toleransi kepada umat Islam, jangan Islam diajari toleransi bahkan kita yang harus menjadi guru toleransi,” terangnya.

Dikatakannya, didalam Al Qur’an, Allah SWT mensakralkan manusia apapun agama dan etnisnya untuk wajib hukumnya dimuliakan. Jadi itulah hebatnya Islam dalam memperkenalkan hak asasi manusia. “Maka itu kita harus membuktikan bahwa Islam itu guru toleransi. Maka jika ada yang tidak toleran dalam menjalankan agama maka itu pasti tidak memahami agamanya secara mendalam,” jelasnya lagi.

Untuk itu, KH. Nazaruddin Umar meminta untuk memahami agama Islam secara konfrehensif sehingga bisa menjadi arif, menjadi muklas yang sedih jika dipuji orang bukan menjadi muklis yang masih terbetik dalam hatinya kesenangan ketika dipuji.

Dalam kegiatan itu, turut dihadiri Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si, Guru Besar Institut PTIQ Jakarta, Prof. M. Darwis Hide, Waketum MUI, KH. Djakri Nappu, Ketua BP4, KH. Ryha Madi, jajaran Kabid Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kab. Buton, H. Mansur, MA dan segenapat Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buton.

Sebagai rangkaian kegiatan ini, Bupati Buton, La Bakry mengukuhkan DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) kabupaten Buton. Pengukuhan ini disaksikan langsung oleh Ketua AGPAII, La Hamiku. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com