satunarasi

BerandaBaubauPolda, Kejati dan KPK Ditantang Selidiki Perkara Tender Rp 160 Miliar Proyek...

Polda, Kejati dan KPK Ditantang Selidiki Perkara Tender Rp 160 Miliar Proyek Jalan Lingkar Baubau

BAUBAU, SATUNARASI.COM – Riak tender mega proyek jalan lingkar Kota Baubau menarik perhatian publik. Para Aparat Menegak Hukum (APH) ditantang untuk melakukan investigasi mengungkap perkara tender proyek dana pinjaman tersebut.

Direktur  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Baubau, Agung Widodo, SH menegaskan sudah saatnya APH baik Reskrimsus Polda Sultra, maupun Kejati atau KPK sekalipun dapat melihat permasalahan lelang menjadi sebuah potensi penyelidikan yang serius. Pihaknya menilai semua imbas dari proses lelang itu, apakah berjalan sesuai dengan prosedur dokumen atau jauh melenceng. Untung, jika proyek itu dilaksanakan dengan baik, kalau tidak tentu APH dapat melalukan penyelidikan akan hal ini.

“Singkatnya, APH baik Polda Sultra maupun Kejati Sultra atau KPK sekalipun seharusnya menjadi tantangan tersendiri untuk melakukan proses hukumnya,” tegas Agung Widodo kepada satunarasi.com, Selasa (9/11/2021).

Apalagi perkara tender mega proyek ini sudah di meja penegak hukum melalui laporan PT. Rajasa Tomax Globalindo. Aduan tersebut diregister dengan surat nomor 11/RTG-ADUAN/1X/2021 yang ditujukan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sultra, serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, dengan nomor aduan 12/RTG-ADUAN/IX/2021 dengan tembusan hingga Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) RI.

“Nah proses tersebut (penyelidikan) harus dilaksanakan untuk memastikan benar tidaknya ada dugaan permainan dalam proses lelang dimaksud, karena dapat berpotensi ada kongkalingkong dengan salah satu perusahan. Menurut saya, hal itu bisa saja terjadi dan ingat proses lelang itu sudah menggunakan anggaran daerah artinya jika ada permasalahan saat lelang berarti mesti harus ada pertanggungjawaban secara real tentunya dengan mekanisme tersendiri dan hal ini merupakan gawean dari aparat Penegak Hukum,” tuturnya lagi.

Agung Widodo menilai empat paket mega proyek jalan lingkar Kota Baubau  dengan anggaran sekira Rp 160 milyar dari total pinjaman sekira Rp 195 miliar, tentunya bukan jumlah yang sedikit. Apalagi itu, pinjaman itu nantinya akan menjadi beban daerah. Kendati demikian, Ia mengaku dalam proses lelang hingga penetapan pemenang bukan hal mudah dijalankan.

“Yang menjadi subtansi dalam semua proses itu adalah tahapan lelangnya, Panitia Pokja khusus lelang harus profesional dalam melaksanakan proses, artinya semua tahapan yang tertera dalam jadwal lelang pun harus dilaksanakan. Apalagi ketika perusahaan sudah memasukkan penawaran maka secara teknis berdasarkan dokumen lelang wajib diundang klarifikasi soal berkas yang telah di Upload dengan bukti fisik yang akan dibawa masing-masing perusahaan yang memasukan penawaran,” tutupnya.

Sebelumnya, Tim Direktorat Koordinasi dan Supervisi Penindakan dan Pencegahan (Korsupgah) Wilayah  IV KPK RI telah menerima aduan PT. Rajasa Tomax Globalindo. Aduan itu ditunjukan kepada seluruh lembaga Aparat Penegak Hukum  (APH) dengan tembusan hingga KPK.

Lalu apakah KPK akan menindak lanjuti laporan itu?

“Iya pak Kren terkait aduan akan kmi teruskan ke tim terkait (Penyidik KPK red),” tulis M. Muslimin Ikbal selaku  Korsupgah KPK RI wilayah Sultra kepada satunarasi.com melalui pesan WhatsAppnya, Senin (8/11/2021).

Terkait laporan itu, M. Muslimin Ikbal menegaskan bahwa pihaknya ikut memantau proyek jalan lingkar Kota Baubau. Namun, KPK belum dapat menjelaskan secara detail.

“Terkait pengaduan tentu kmi gk bisa jelaskan secara rinci pak, tpi ini kmi menerima klo memang ada pengaduan dri masy,” jelas M. Muslimin, Penanggung Jawab (PIC / Penanggungjawab) KPK Wilayah Sultra itu.

Pastinya, aduan PT. Rajasa Tomax Globalindo tentu akan ditindak lanjuti pihak KPK. “Nti agar kmi bisa teruskan ke tim terkait,” tuturnya.

Terdapat 11 item aduan yang ditandatangani Direktur Utama PT. Tomax Globalindo, H. Muhammad Nawir Fachdan, SE tertanggal 6 November 2021. Laporan tertulis ditembuskan kepada 10 pangku kebijakan yakni Pokja III Setda Kota Baubau, PA/KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Baubau, PPK, APIP/Inspektorat Daerah, Kejaksaan Tinggi Sultra, Kejaksaan Negeri Baubau, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ombudsman RI perwakilan Sultra, serta Pengadilan Negeri Baubau dan arsip.

PT. Tomax Globalindo mengikuti tender pada pekerjaan Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV dengan kode tender 3784405. Sebanyak 46 perusahaan ikut mendaftar. Dari jumlah itu, hanya 4 perusahaan yang memasukkan penawaran. Di urutan pertama, PT Meutia Segar dengan nilai penawaran Rp. 35.118.139.892,38. Urutan dua PT. Rajasa Tomax Globalindo, nilai penawaran Rp 35.121.463.600,70. Urut tiga, PT Putra Nanggroe Aceh dengan nilai penawaran Rp. 39.908.888.000,00. Urutan empat, PT Garugga Cipta Pratama, nilai penawaran Rp 40.914.746.253,20.

Lalu Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Baubau telah merilis pemenang tender empat mega proyek jalan lingkar Kota Baubau. Sesuai pengumuman yang tertera pada website LPSE Kota Baubau,  Kamis (04/11/2021) malam yakni Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV, dimenangkan oleh PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA dengan nilai penawaran Rp. 40.914.746.253,20. Kemudian proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Sorawolio – Bukit Asri, dimenangkan oleh PT. MERAH PUTIH ALAM LESTARI dengan nilai penawaran Rp. 38.485.366.786,34.

Lalu pada paket Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Bukit Asri – Batu Popi, dimenangkan oleh PT. Meutia Segar, nilai penawaran Rp. 39.660.263.441,35. Sedangkan paket Pembangunan Jalan Lingkar Ruas 2 Waborobo – Batu Popi, dimenangkan PT. MAHARDIKA PERMATA MANDIRI, dengan harga penawaran Rp. 40.582.485.743,71.  Tender pada empat mega proyek, pemenang semuanya penawar tertinggi. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com