satunarasi

BerandaBaubauPemkot dan Dewan Baubau Bungkam, Mega Proyek Jalan Lingkar Bakal Diadukan di...

Pemkot dan Dewan Baubau Bungkam, Mega Proyek Jalan Lingkar Bakal Diadukan di Kejati Sultra

BAUBAU, SATUNARASI.COM – Proses lelang mega proyek jalan lingkar Kota Baubau mengundang reaksi publik. Forum Pemerhati Kebijakan Hukum (FPKH) Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal mengandukan persoalan ini di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sultra. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun pihak Pemerintah Kota (Pemkot) dan Dewan Baubau, terkesan bungkam.

Ketua FPKH Sultra, Armin Mera menjelaskan proses lelang yang dilakukan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Baubau menimbulkan banyak kontroversi di masyarakat. Pasalnya, dalam proses lelang pekerjaan jalan lingkar dengan pagu anggaran dari dana pinjaman Rp 195 miliar seharusnya menjujung tinggi mekanisme lelang sesuai prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa menurut PP nomor 16 tahun 2018.

“Dalam PP itu, bahwa dalam proses pengadaan barang dan jasa harus efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing dan akuntabel. Akan tetapi pada lelang paket Nomor 39 ini yang meraih ranking 1, 2 dan 3 tidak mendapatkan undangan pembuktian dan klarifikasi sebagai mana dalam mekanisme lelang agar kemudian tidak terkesan pemutusan cecara sepihak,” jelasnya.

Ketua Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) MPM UHO ini  menegaskan sebagai lembaga kemahasiswaan yang juga memiliki fungsi kontrol terhadap kebijakan publik, perlu melakukan tindakan yang terukur dengan rencana melakukan aksi demonstrasi.

“Saya terpaksa kemudian berasumsi bahwa  ada dugaa indikasi monopoli lelang tender oleh ULP Baubau dan praktik KKN. Sebab, ULP tidak melaksanakan mekanisme tender sebagai mana diatur dalam PP Nomor 16 tahun 2018. Untuk mengantisipasi ini kami akan menggelar aksi dan mengadukan persoalan ini di Kejati Sultra,” tegas Armin Mera.

Selain itu, Armin Mera menegaskan bahwa DPRD Kota Bau-bau harus melakukan fungsi pengawasannya agar melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengandung instansi terkait agar mengklarifikasi fugaan indikasi ini.

“Proses lelang semacam ini telah mencederai prinsip-prinsip pengadaan barang dan Jasa  menurut PP nomor 16 tahun 2018. Sebagai masyarakat dan putra daerah kami berkewajiban mengawal kasus ini sampai tuntas. Kami menginginkan bahwa dalam proses semacam ini semua orang memiliki kesempatan untuk berkompetisi dengan sehat demi kemajuan daerah,” tuturnya lagi.

Pelanggaran proses lelang dikatakan selain terjadi pada paket nomor 39 juga paket pada nomor 43. Di situ ada perusahaan yang diundang klarifikasi dengan waktu yang sangat kasip, padahal panitia juga harus memahami karena profesional perusahaan tentunya harus membutuhkan waktu yang cukup untuk persiapkan semua apa yang dibutuhkan dalam klarifikasi

“Sekali lagi seharusnya hal-hal seperti ini tidak mesti menjadi kesalahan fatal yang dapat menggugurkan perusahaan yang bisa menguntungkan keuangan daerah/negara, Artinya bahwa seharusnya ada beberapa pertimbangan yang mesti difikirkan berdasarkan regulasi yang ada,” tutupnya.

Saat satunarasi.com mencoba mempertanyakan persoalan ini kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Baubau, Andi Hamzah bahwa terkait desakan pembatalan hasil tender proyek jalan lingkar Kota Baubau, bagaimana tanggapannya? tidak mendapat jawaban apapun. Padahal pesan via WhatsApp telah dibaca dengan ceklis biru.

Begitupun sikap salah satu anggota DPRD Kota Baubau saat menanyakan persoalan ini, Ketua  Komisi I sekaligus ketua Fraksi PDI Perjungan gabungan PPP dan PBB, Muhammad Yumardin Haeruddin tetap bungkam. satunarasi.com coba menelpon via WhatsApp, juga tidak direspon.

Sebelumnya, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Baubau telah merilis pemenang tender empat mega proyek jalan lingkar Kota Baubau. Sesuai pengumuman, proyek yang sumber anggaranya dari dana pinjaman Rp 195 miliar itu,  pemenangnya jitu sesuai prediksi.

Sesuai pengumuman yang tertera pada website LPSE Kota Baubau,  Kamis (04/11/2021) malam yakni Proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV, dimenangkan oleh PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA dengan nilai penawaran Rp. 40.914.746.253,20. Kemudian proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Sorawolio – Bukit Asri, dimenangkan oleh PT. MERAH PUTIH ALAM LESTARI dengan nilai penawaran Rp. 38.485.366.786,34.

Lalu pada paket Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Bukit Asri – Batu Popi, dimenangkan oleh PT. Meutia Segar, nilai penawaran Rp. 39.660.263.441,35. Sedangkan paket Pembangunan Jalan Lingkar Ruas 2 Waborobo – Batu Popi, dimenangkan PT. MAHARDIKA PERMATA MANDIRI, dengan harga penawaran Rp. 40.582.485.743,71. Pemenang tender pada empat mega proyek itu, semuanya penawar tertinggi. (adm)

Penulis : Basyarun

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Popular

Recent Comments

https://www.fapjunk.com https://fapmeister.com